PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto Melambung
DKI Jakarta

Refleksi Nyepi 1948: John Palinggi Ajak Masyarakat Perkuat Harmoni dalam Keberagaman

90
×

Refleksi Nyepi 1948: John Palinggi Ajak Masyarakat Perkuat Harmoni dalam Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Refleksi Nyepi 1948: John Palinggi Ajak Masyarakat Perkuat Harmoni dalam Keberagaman
Dr. John N. Palinggi, MM, MBA (Ketua Harian BISMA) bersama tokoh masyarakat Bali Gusti Arya Wedakarma saat kunjungan di Puri Agung Singaraja.”

JAKARTA—Peringatan Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948 dimaknai sebagai momentum refleksi untuk menata kembali kehidupan, baik secara pribadi maupun dalam konteks kebangsaan yang majemuk.

Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), John N. Palinggi, menilai Nyepi sebagai ruang keheningan yang memberi kesempatan bagi setiap individu untuk merenung, membersihkan pikiran, serta memperbaiki sikap menuju kehidupan yang lebih baik.

Dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026), John menegaskan bahwa nilai-nilai Nyepi bersifat universal dan tidak terbatas hanya bagi umat Hindu.

“Nyepi mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, bukan untuk menjauh, tetapi untuk kembali dengan kesadaran yang lebih utuh sebagai bagian dari bangsa yang majemuk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses perenungan dalam Nyepi menjadi sarana membersihkan diri, baik dari sisi pikiran maupun perilaku, agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijak dan penuh kesadaran.

John juga menyoroti kekhasan praktik keagamaan Hindu di Bali yang sarat dengan nilai budaya lokal. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kekayaan keberagaman Indonesia yang harus dipahami dan dihormati bersama.

Nilai-nilai seperti pengendalian diri, toleransi, dan keseimbangan hidup yang terkandung dalam Nyepi, lanjutnya, sangat relevan dalam menjaga harmoni di tengah perbedaan.

Ia turut mengaitkan pandangan tersebut dengan pengalaman interaksi sosial yang selama ini dibangun bersama masyarakat Bali. Pada 2006, John bersama Megawati Soekarnoputri menerima penghargaan dari umat Hindu Bali dalam prosesi sakral sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dalam membangun harmoni sosial.

Kemudian pada 2008, ia kembali menghadiri kegiatan di Puri Agung Denpasar bersama Wiranto dan menerima penghargaan dari Raja Denpasar.

Selain itu, hubungan dengan tokoh masyarakat Bali seperti Gusti Arya Wedakarna di Puri Agung Singaraja disebut menjadi bagian dari upaya menjaga persaudaraan dan saling menghormati.

Menurut John, rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai Nyepi tidak hanya berhenti pada refleksi, tetapi juga tercermin dalam kehidupan nyata melalui interaksi sosial yang terbuka dan saling menghargai.

Momentum Tahun Baru Saka 1948 ini, kata dia, diharapkan menjadi titik awal membangun kesadaran bersama bahwa harmoni dalam keberagaman hanya dapat terwujud melalui toleransi, saling menghormati, dan komitmen untuk hidup berdampingan secara damai.
(4nny)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com