Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Reformulasi Kebijakan Pangan Nasional

3041
×

Reformulasi Kebijakan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Haris Zaky Mubarak, MA (Riset Analis Jaringan Studi Indonesia)
Haris Zaky Mubarak, MA (Riset Analis Jaringan Studi Indonesia)

Komitmen Moral

Ketahanan pangan global merupakan upaya global untuk menghapus kelaparan dan mal nutrisi di seluruh dunia. Implementasi konsep ini dilakukan melalui kebijakan privatisasi, deregulasi industri nasional, pasar bebas hingga reformasi pertanian dengan memanfaatkan kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Prinsip kerjasama multilateral ini akan mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi melalui mekanisme pasar.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Bank Dunia (World Bank) mempunyai peran besar dalam mereformulasi regulasi ini. Harapannya, upaya ketahanan pangan akan menjadi kerjasama ekonomi strategis yang memaksimalkan derasnya kebutuhan permintaan pangan secara global.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Pembangunan ekonomi dunia menaruh kepercayaan pada mekanisme pasar bebas diyakini mampu menciptakan kesejahteraan, karena dikonstruksikan tujuan transfer welfare, dimulai dari global ke nasional hingga ke lokal.

Dalam melaksanakan program ini, PBB bekerja melalui Food and Agricultural Organization (FAO) dan The Internasional Fund for Agriculture Development (IFAD), sementara Bank Dunia bekerjasama melalui World Trade Organization (WTO) dan International Monetary Fund (IMF).

Kebijakan perdagangan internasional mempunyai peran penting dalam keamanan pangan ditingkat global, meski bukan merupakan penjamin dari keberlangsungan ketahanan pangan.

Berdasarkan studi ekonomi global, perkembangan nilai ekspor pertanian dunia faktanya terus menerus meningkat dan Amerika Serikat secara konstan masih memimpin sebagai negara eksportir produk pertanian dunia.

Perancis, Belanda dan Jerman merupakan eksportir pangan olahan yang maju sehingga mendukung pertumbuhan ekspor perusahaan makanan olahan nasional mereka.

Namun, sekalipun kita memiliki eksportir pangan dunia, eksistensi dari perdagangan internasional hanyalah merupakan satu alat yang dapat membantu terjaminnya ketahanan pangan banyak negara, karena ketahanan pangan sendiri terkait kebijakan pertanian, gizi, kelestarian lingkungan, pembangunan sosial dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya memperkuat ketahanan pangan dunia berhasil bila sektor pertanian setiap negara kuat.

Negara maju memahami kondisi ini sementara negara berkembang masih terus didorong upaya rasional dalam mencukupi kebutuhan pangan dalam negerinya.

Kemajuan teknologi pertanian pangan negara maju membuat mereka bertahan dalam krisis pangan, sementara negara berkembang belum mengakses teknologi pertanian sehingga kerap mengalami gagal panen nasional. Akibat situasi inilah negara berkembang seperti Indonesia menjadi sangat mudah terjebak pada kebutuhan impor.

Sebagai solusi ketahanan pangan nasional yang kokoh, yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah aktif mendorong peningkatan produksi pangan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Semua program pangan yang dilaksanakan pada negara maju hendaknya diterapkan ke negara berkembang. Diantaranya melalui semangat revolusi hijau yang menitikberatkan teknologi dan peran input pertanian berbasis kimiawi, penggunaan bibit hibrida produksi pabrik, dan industri sistem pertanian monokultur. Jika stok pangan melimpah maka hal itu akan membuat pertumbuhan ekonomi pangan dalam negeri menjadi lebih baik dan produktif. (*)

 

Penulis: Haris Zaky Mubarak, MA (Riset Analis Jaringan Studi Indonesia)

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!