PADANG—Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Barat kini kembali stabil. Kondisi ini terjadi seiring membaiknya jalur distribusi di sejumlah ruas utama jalan di wilayah tersebut.
Berbagai upaya percepatan distribusi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut membuahkan hasil. Didukung situasi lalu lintas yang semakin kondusif, mobil tangki kini bisa menjangkau SPBU dengan waktu tempuh yang semakin optimal.
Pertamina Patra Niaga terus berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan penyaluran BBM kepada masyarakat meskipun menghadapi sejumlah tantangan berat di lapangan.
Tantangan itu meliputi perbaikan akses di sepanjang jalur distribusi, penyempitan ruas jalan, hingga material longsor di beberapa titik.
Kondisi jalanan tersebut sempat menyebabkan mobil tangki memerlukan waktu tempuh yang jauh lebih lama dibandingkan situasi normal.
Meski begitu, Pertamina terus mengoptimalkan penguatan operasional dan percepatan distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat di Sumatera Barat tetap terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa Pertamina mengoptimalkan seluruh sumber daya agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Kini, seiring membaiknya kondisi jalur distribusi di sejumlah titik, proses penyaluran BBM juga semakin lancar. Pertamina tetap mengoperasikan seluruh sarana distribusi secara maksimal agar pasokan di seluruh wilayah Sumatera Barat tetap terjaga,” ujar Fahrougi.
Untuk mempercepat proses normalisasi pasokan, Pertamina mengerahkan 25 unit mobil tangki tambahan melalui skema *spot charter*. Langkah taktis ini langsung dieksekusi guna meningkatkan kapasitas penyaluran ke berbagai wilayah di Sumatera Barat.
Bukan hanya itu, Integrated Terminal Teluk Kabung juga bersiaga dan beroperasi selama 24 jam penuh. Operasional nonstop ini dijalankan demi memastikan proses penerimaan, penimbunan, dan penyaluran BBM berjalan optimal tanpa hambatan.
Upaya berlapis tersebut diperkuat melalui sinergi erat dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini juga mencakup dukungan pengawalan mobil tangki di jalur-jalur prioritas.
Pertamina pun terus melakukan pengaturan pola distribusi di lapangan. Pemantauan stok di seluruh Fuel Terminal dan SPBU serta penyesuaian jadwal pengiriman terus berjalan agar penyaluran tetap efektif selama proses normalisasi.
Kini, seiring membaiknya kondisi akses menuju Bungus serta jalur Sitinjau Lauik dan Lembah Anai, waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU kembali mendekati kondisi normal. Dampaknya, penyaluran BBM kian stabil sehingga kebutuhan energi warga di berbagai wilayah Sumatera Barat terus terpenuhi dengan baik.
Fahrougi menambahkan bahwa keberhasilan menjaga keandalan distribusi merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi bersama Pertamina. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi sehingga pasokan BBM kepada masyarakat dapat kembali berjalan stabil,” tambah Fahrougi.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus memantau ketat kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah Sumatera Barat. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna menjaga distribusi energi berjalan optimal. Warga pun diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. (*)










