MAKASSAR—Senyum haru tak bisa disembunyikan dari wajah Sri Marsufa (47), seorang ibu rumah tangga sekaligus janda yang menafkahi enam anaknya dengan berjualan kue dari rumah. Usaha yang dijalankannya selama ini hanya berbasis pesanan, namun keterbatasan peralatan membuatnya sering kewalahan memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
Harapan baru hadir ketika PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) melalui Program Srikandi Movement 2025 “Woman Support Woman” memberikan bantuan peralatan usaha kepadanya.
“Semoga alat yang saya dapatkan bisa membuat saya lebih produktif, bisa menerima lebih banyak pesanan, dan usaha semakin berkah. Terima kasih banyak untuk PLN, semoga makin jaya,” ucap Sri Marsufa dengan mata berkaca-kaca, Jum’at (3/10/2025)
Program “Woman Support Woman” merupakan agenda utama Srikandi PLN UID Sulselrabar yang digagas seluruh karyawati PLN sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM.
Bekerja sama dengan Celebes Cooking Club, PLN menyerahkan peralatan masak seperti mixer, oven, steam cooker, blender, hingga perlengkapan elektronik lainnya kepada 26 pelaku UMKM perempuan.
Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menambah pendapatan keluarga.
Tak hanya bantuan alat, para penerima juga mendapat pelatihan digital marketing untuk memasarkan produk secara online serta demo masak guna menambah keterampilan.
Kegiatan ini turut dihadiri Andryani Saleng, SIP, M.Si, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kota Makassar yang mewakili Kepala Dinas. Ia mengapresiasi langkah PLN yang menaruh perhatian pada pemberdayaan perempuan.
“Perempuan adalah pilar keluarga. Ketika mereka berdaya, keluarga ikut sejahtera. Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas program nyata ini,” ujarnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang.
“Dengan mendukung UMKM, kita bukan hanya membantu hari ini, tapi juga membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik. Semoga melalui Srikandi Movement, PLN terus menghadirkan kebermanfaatan dan cahaya kehidupan bagi semua,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais, menyebut bantuan ini bukan sekadar alat, melainkan bentuk kepercayaan bahwa perempuan bisa lebih mandiri dan menjadi penggerak ekonomi keluarga.
“Harapannya, UMKM perempuan bisa terus berkembang dan menjadi penopang ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (70n/Ag4ys/4dv)














