Sistem yang Menyejahterakan
Sejarah panjang peradaban Islam menorehkan begitu banyak kesejahteraan dalam berbagai aspek kehidupan. Terkait pembangunan infrastruktur, Islam punya konsep yang komprehensif. Berdasar atas asas ketakwaan kepada Sang Khaliq, penguasa dan rakyat berkolaborasi dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.
Negara diamanahi mengeksekusi setiap kebijakan yang diperuntukkan untuk kesejahteraan (kemaslahatan) rakyat. Tidak pernah ada ruang untuk berdagang antara rakyat dan penguasa, apalagi berhitung untung dan rugi. Sehingga kesejahteraan bagi semua individu benar-benar tercipta. Bukan hanya sibuk bermain di nominal, tetapi output-nya nyata dan dirasakan oleh semua rakyat tanpa diskriminasi.
Sektor pendidikan adalah salah satu kebutuhan dasar publik yang menjadi kewajiban negara, selain kesehatan dan keamanan. Negara berkewajiban penuh dalam melayani rakyat, secara murah bahkan gratis. Negara mengelola seluruh sumber daya alam secara mandiri dan berdaulat, tanpa dikte dari pihak luar/negara asing.
Seluruh pembangunan diarahkan dalam rangka memenuhi semua kebutuhan rakyat, termasuk sarana jalan untuk akses pendidikan. Hal ini didukung penuh oleh pembiayaan dari Baitul Mal kaum muslimin. Semua transaksi dan muamalah, berdasarkan syariat Islam. Tidak ada skema utang luar negeri, terlebih transaksi yang berbasis ribawi.
Ketakwaan individu pun tercipta dalam sistem yang menjadikan akidah Islam sebagai asas dalam berkehidupan. Tidak ada celah untuk berbuat kecurangan atau penyelewengan dana pembangunan, karena sistem sanksi yang begitu tegas dan jelas. Wajarlah jika sepanjang ribuan tahun peradaban Islam memimpin dunia, kriminalitas sangat minim terjadi.
Capaian kegemilangan peradaban yang terukir indah dalam sejarah, menjadikan sistem Islam seyogianya senantiasa dirindukan. Sudah saatnya mengembalikan seluruh aturan kepada aturan Sang Pencipta manusia dan seluruh isi jagat raya. Aturan yang menerapkan seluruh hukum Allah Swt. dalam segala aspek kehidupan.
Wallahualam bis Showab.
Penulis: Dr. Suryani Syahrir, ST, MT (Dosen dan Pemerhati Generasi)
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













