Beranda » Sulsel » Tamzil: Nasib Polhut Non PNS Terus diperjuangkan
Tamzil: Nasib Polhut Non PNS Terus diperjuangkan
Sulsel

Tamzil: Nasib Polhut Non PNS Terus diperjuangkan

MAKASSAR –Masalah ilegal loging, perambahan hutan, pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan telah menjadi rutinitas dan tugas pokok seorang Polhut termasuk Non PNS.

Fajriawan salah satu personil Polisi Kehutanan Non PNS yang selama ini telah mengabdikan diri pada Kegiatan KEHUTANAN selama 15 tahun,menceritakan awal masuknya dengan mengikuti pendidikan Polisi Kehutanan dengan biaya sendiri sekitar 20 Juta.

“Awalnya saya mengikuti pendidikan Polhut dengan menggunakan biaya sendiri sekitar 20 juta,dan setelah itu diterima menjadi tenaga honorer didinas Kehutanan Kabupaten Sinjai dengan gaji 300 ribu Perbulan,tentu itu jauh dari kata layak,Jelas Fajriawan

Setelah terbitnya UU 23 Tahun 2014 terkait Pelimpahan Personil, Pendanaan, Sarana Prasarana dan Dokumen,tidak termasuk tenaga honorer yang jumlahnya mencapai 500 orang yang tersebar di Kabupaten Kota,membuat tenaga Polhut Non PNS tidak jelas.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur karena Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan Ir.H.MUHAMMAD TAMZIL, MP, IPU memperjuangkan dengan segenap upaya sehingga pada tahun 2017 dan 2018 masih bisa menampung Polhut Non PNS sebanyak 310 orang,” Pungkas Fajriawan.

Honor polhut Non PNS terus naik dari 500 ribu perbulan hingga tahun 2019 ini naik menjadi 1 juta perbulan.sungguh suatu kesyukuran sejak menjadi tenaga honor bisa sebesar itu honornya ungkap Fajriawan yang juga Ketua Forum Polhut Non PNS se SulSel.

Fajriawan lebih jauh mengaku,yang membuatnya bertahan dan mengabdi di Kehutanan padahal Honornya sangat kecil,karena rasa Cinta akan tugas Polisi Kehutanan.

“Saya sangat cinta dengan pekerjaan ini,apa lagi kalau Patroli di Hutan melewati gunung yang masih berhutan sungguh suatu kenikmatan tersendiri.Tegasnya.

Sebagai rimbawan sejati kami tidak takut dengan Nasib Kami sebagai Tenaga honor karena tentunya Gubernur sulsel akan memperhatikan kami sebagai pengabdi dilapangan,karena tenaga Polhut Non PNS tersebar dipelosok negeri,walaupun Tahun ini belum ada formasi pengangkatan PNS dan P3K fungsioanal.

Apalagi pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beberapa waktu yang lalu,bahwa sektor lain akan bagus seperti pertanian, perkebunan,serta lainnya kalau hutan kita bagus,dan ini hanya bisa terbangun dengan tersedianya tenaga SDM yang siap dilapangan.Hal ini yang membuat kami bangga dan berharap Penuh akan Nasib Kami selanjutnya,Tegas Fajriawan.

Edy yang juga bertugas di KPH Bulusaraung Kabupaten Maros dengan tegas mengatakan Akan terus bertahan sebagai polhut tanpa dihonorpun asal dibuatkan SK.

Sementara itu Kadishut Kehutanan sulsel Ir.H.MUHAMMAD TAMZIL, MP, IPU ,menyampaikan hal yang senada bahwa Nasib Polhut Non PNS telah dibicarakan dan dibahas sampai ke Kementrian LHK namun sampai saat ini belum dapat terakomodir karena regulasi penerimaan PNS sangat ketat, bahkan untuk pengangkatan P3K pun belum tersedia formasi Polisi Kehutanan.

” Saya terus berjuang bahkan di sisa jabatan saya sebelum pensiun akan terus berjuang termasuk berharap tidak ada pemutusan kerja terhadap mereka yang telah mengabdi dan mempunyai pengalaman dan skil dilapangan dengan sarana prasarana yang sangat terbatas bahkan kendaraan yang mereka gunakanpun masih sebagian besar milik pribadi,” Tegas Tamzil. [*]