Tetap Tinggi, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan di 2020 Hingga 7,6 Persen

0
3

MAKASSAR — Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 dengan tema Sinergi, Transformasi, Inovasi menuju Indonesia Maju. Pertemuan tersebut dihadiri oleh mantan Menteri Kelutan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso memprediksi, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di tahun 2020 tetap tinggi, yakni di kisaran 7,2 hingga 7,6 persen (yoy).

“Dengan modal pembangunan yang telah dilakukan pada tahun 2019 dan dengan mencermati perkembangan ekonomi yang ada, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan 2020 diperkirakan akan meningkat dalam kisaran 7,2 – 7,6% (yoy),” sebut Bambang Kusmiarso.

Bambang melanjutkan, beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 antara lain; komoditas ekpor Sulsel tidak terdampak perang dagang Amerika dan Tiongkok, peningkatan konsumsi rumah tangga, berlanjutnya stimulus fiskal pemerintah pada peningkatan infrastruktur di luar daerah, serta berlangsungnya beberapa proyek infrastruuktur pemerintah yang ikut mendorong lapangan usaha konstruksi.

“Bauran kebijakan Bank Indonesia yang akomodatif akan dilanjutkan pada tahun 2020 mendatang, termasuk dalam mendorong pengembangan UMKM, sektor prioritas, ekspor dan pariwisata,” jelasnya.

Kegiatan yang bertema Sinergi, Transformasi dan Inovasi Menuju Indonesia Maju tersebut, Bambang menyampaikan pandangan Bank Indonesia melalui evaluasi ekonomi untuk tahun 2019 dan prospek pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, yang bertujuan memperkuat pertahanan dan mendorong ekonomi nasional Sulawesi Selatan

“Perbankan dan dunia usaha bersama-sama perlu memperkuat confidence dan optimisme dalam membangun ekonomi indonesia lebih baik ke depan, melalui peningkatan kredit dan investasi,”jelas Bambang.

Sementara, dalam arahannya, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan perihal komitmen Pemprov Sulsel untuk terus bersinergi bersama sektor perbankan.

“Ketika kita melihat perkembangan ekonomi di Sulawesi Selatan, selalu di atas nasional, melihat perkembangannya, kita harapkan tahun berikutnya bisa berkembang lebih baik,” ucap Andi Sudirman.

Andi Sudirman menambahkan, bersama Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, Sulsel terus melakukan terobosan di beberapa sektor potensial agar dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Pada triwulan ketiga 2019, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 7,21 persen (y-o-y). Nilai ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang bertengger di kisaran angka 5 persen.

“Kami di tahun pertama bersama Bapak Gubernur Prof Nurdin Abdullah, melakukan pembangunan luar biasa di Sulsel termasuk infrastruktur. Karena memang, kita berupaya menciptakan perekonomian baru yang tumbuh di Sulawesi Selatan, tidak berpusat di Makassar saja. Perseberan pertumbuhan ekonomi untuk Kabupaten/Kota di Wilayah Sulsel tentu harus diperhatikan dan menjadi fokus tersendiri,” tambahnya.

Wagub menyampaikan, Pemprov Sulsel juga terus membuka ruang diskusi untuk menjalin sinergi dengan semua pihak yang mampu memberi andil positif untuk pembangunan Sulawesi Selatan.

“Kami, Pemerintah Sulsel terbuka untuk ruang diskusi, untuk duduk bersama membangun sinergitas dan memberi andil positif pada pembangunan,”sebutnya.

Saat ini, lanjut Andi Sudirman, Pemprov terus mengoptimalkan berjalannya program prioritas Sulawesi Selatan di antaranya pembangunan jalur dan fasilitas destinasi pariwisata di Sulsel. (*)