Islamophobia-Wujud Sembunyi dari Kekacauan Terstruktur (Sri Rahmayani)

OPINI – Setelah pergantian pemimpin terus bermunculan silih berganti kebijakan serta isu-isu yang memojokkan Islam. Ketakutan akan agama sendiri yang jelas menjadi mayoritas seakan terus digenderangkan.

Baru-baru ini Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menghadiri rapat kordinasi lintas sektoral melalui Video Conference (Vicon) yang dipimpin langsung oleh Kapolri, Idham Azis, di Aula Vicon Tunggal Panaluan Mapolrestabes Makassar, akhir pekan lalu.

Selain Iqbal, turut hadir Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, seluruh kapolsek sektor Kota Makassar, Forkopimda serta OPD terkait lingkup Pemkot Makassar.

Kapolri Idham Azis menyebut, natal dan tahun baru adalah kalender Kamtibmas, sehingga harus diantisipasi sebaik-baiknya.

“Belajar dari pengalaman-pengalaman tahun lalu. Kita harus waspada akan ancaman terorisme, kelancaran arus lalu lintas dan kekecauan Kamtibmas,” ucap Idham.

Karenanya, Idham akan melakukan operasi lilin selama 10 hari sejak tanggal 22 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. (Ahad, 15/12/19 beritakotamakassar.fajar.co.id)

Sementara sebelumnya ada penghapusan kata Khilafah dan Jihad dalam pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) menghapus kata khilafah dan jihad dalam kurikulum pendidikan agama Islam di madrasah.

Penghapusan istilah khilafah dan jihad tertuang Surat Edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019. Surat edaran itu ditandatangani oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Ahmad Umar pada 4 Desember 2019. (09/12/19 Gelora.co).

Kata teroris sebagaimana sudah dipahami bersama, tentunya hanya mengarah kepada agama tertentu yakni Islam. Apa yang dibawa Islam seakan semua adalah sesuatu yang membahayakan sehingga patut diawasi, diwaspadai, hingga diberangus.

Sementara pada kenyataannya yang selalu didapat sebagai teroris lebih banyak adalah pardugabtal bersalah. Malah sudah ada yang langsung tembak mati tanpa ada bukti bersalah.

Kata Jihad dan khilafah sendiri itu juga berasal dari Islam sebagaimana diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Tanpa Jihad layaknya pejuang para ulama kemerdekaan negara ini. Kita semua tidak akan bisa menikmati keberlangsungan hingga kini.

Khilafah pun juga adalah salah pelajaran yang wajib diajarkan untuk memahamkan bersama bahkan untuk semua agama karena Islam Rahmatan Lil alamin.

Semua hal ini terjadi karena adanya beberapa individu yang menjadikan dirinya Islamophobia. Bahkan untuk individu tingkat lebih tinggi seakan mengangkat semua ini karena menyembunyikan berbagai macam kekacauan yang ada.

Contoh saja salah satunya bidang Ekonomi yang lebih utama untuk diperhatikan yang tidak kunjung usai.

Berawal dari pembangunan infrastruktur dari utang dari pihak asing hingga mencengkram berbagai keinginan mereka diloloskan termasuk menguasai sda dan sdm kita.

Ketika fokus pada kesejahteraan umat sebagaimana halnya diajarkan Islam akan sejarah kegemilangan Kekhilafahan.

Memberikan kesejahteraan semua bidang tanpa ada satupun hak yang diabaikan. Hingga hewan sekalipun tak luput dari perhatian negara.

Jika teringat bagaimana khalifah Umar bin Khattab radhiallahu’anhu, beliau sangat mengutamakan sikap hati-hati ketika hendak bertindak.

Umar bin Khattab pernah berkata bahwa jikalau ada kondisi jalan di daerah Irak yang rusak karena penanganan pembangunan yang tidak tepat kemudian ada seekor keledai yang terperosok kedalamnya, maka ia (Umar) bertanggung jawab karenanya. Wallahu’alam bi shawab. (*)