PANGKEP – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melalui dosen Fakultas Agama Islam melaksanakan pengabdian masyarakat khususnya bidang pendidikan. Bentuk kegiatannya yaitu pelatihan literasi media kepada Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang ada di MA DDI Wal Irsyad Pangkep.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Situs Layanan Bimbingan dan Konseling berbasis website blog wordpress sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru BK dalam menyediakan sumber layanan online di MA DDI Wal Irsyad Padang Lampe”.

Kegiatan pengabdian tersebut juga merupakan program kemitraan masyarakat lembaga pengabdian masyarakat yang bekerjasama dengan Kementrian Sosial Republik Indonesia dalam mewujudkan Desa sejahtera mandiri. MA DDI Wal Irsyad yang berada di Desa Padang Lampe, Kabupaten Pangkep menjadi salah satu sasaran.

“Pengabdian masyarakat adalah bentuk implementasi tri darma perguruan tinggi dan hasil kerjasama antara Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah (LPMD) UMI Makassar dengan Kementrian Riset dan Teknologi 2018/2019 serta program kemitraan masyarakat lembaga pengabdian kepada masyarakat juga merupakan kerja sama dengan Kementrian Sosial Republik Indonesia,” jelas Muhammad Syahrul selaku ketua Tim.

Tujuan PKM ini kata Prabu Rohman adalah meningkatkan kemampuan guru BK di MA DDI Wal Irsyad Padang Lampe dalam hal peningkatan kapasitas literasi media sebagai sumber layanan online yang berbasis website blog wordpress.

Pelatihan ini diikuti oleh 8 peserta yang terdiri dari 3 Guru BK dan 5 Guru lainnya.

Menurut penuturan Muhammad Syahrul bahwa antusiasme para peserta sangat terlihat dari keaktifannya selama kegiatan berlangsung.

Bahkan salah satu penuturan peserta bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh guru BK, apalagi kondisi sekolah yang memang jauh dari pusat Kota Pangkep.

“Mereka sangat senang karena selama sekola di Kabupaten Pangkep masih sangat minim Guru BK yang mampu menerapkan sistem pelayanan bagi siswanya dengan sistem online ini,” jelas Prabu, Selasa (26/11/2019).

“Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan sekolah-sekolah lain yang lain dapat juga mendapatkan pelatihan yang serupa khususnya di Kabupaten lain yang berada di pedalaman,” tutup Syahrul. (*)