MAKASSAR – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi pangan sehat dan bergizi sebagai fondasi terciptanya keluarga yang sehat, cerdas, dan produktif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Sadar Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar pada 23–25 Juni 2026.
Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja III TP PKK Kota Makassar ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kader PKK, mengenai pentingnya penerapan pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Farida Kadir, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup, kesehatan, serta produktivitas masyarakat. Karena itu, pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya dilihat dari jumlah yang dikonsumsi, tetapi juga harus memperhatikan keberagaman jenis pangan, kandungan gizi, keseimbangan, serta keamanannya.
“Gerakan B2SA merupakan salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan sehat melalui pemanfaatan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan,” ujarnya.
Menurut Farida, PKK memiliki peran strategis dalam pembinaan keluarga sehingga melalui Pokja III, organisasi tersebut terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Erieka Novianti, menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kebiasaan makan sehat. Dalam hal ini, ibu memiliki peran penting dalam menentukan menu makanan keluarga setiap hari.
“Melalui gerakan ini, kita ingin mendorong masyarakat Kota Makassar untuk semakin mencintai dan memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Selain meningkatkan kualitas gizi, langkah ini juga mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia berharap sosialisasi tersebut menjadi sarana edukasi, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. Para kader PKK juga diharapkan menjadi pelopor dan agen perubahan dalam menyosialisasikan pola konsumsi B2SA di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan dokter, ahli gizi, dan pengurus TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan yang membawakan materi terkait pemenuhan gizi keluarga.
Salah satu narasumber, dr. Meylisa Tjiang, dokter spesialis gizi klinik, memaparkan pentingnya pemenuhan nutrisi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Menurutnya, periode tersebut merupakan masa emas sekaligus masa kritis yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan nutrisi pada fase tersebut dapat meningkatkan risiko stunting, gangguan perkembangan otak, menurunnya daya tahan tubuh, hingga munculnya berbagai penyakit di masa mendatang.
“Apabila kebutuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan tidak terpenuhi, maka risiko terjadinya stunting dan berbagai gangguan kesehatan lainnya akan semakin besar. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang harus menjadi perhatian utama sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” jelasnya.
Sementara itu, pengurus Pokja III TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Suri Sri Suro Adhawati, menjelaskan bahwa Gerakan B2SA menjadi pedoman bagi masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi makanan yang sehat dan aman.

Ia menyebut konsep B2SA mencakup empat prinsip utama, yakni beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Konsep tersebut mendorong masyarakat untuk tidak hanya fokus pada kecukupan pangan, tetapi juga kualitas serta keamanan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Dalam kesempatan itu, Prof. Sri Suro juga membagikan berbagai contoh menu sehat berbasis pangan lokal dan mengajak kader PKK menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi B2SA.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi keluarga, TP PKK Kota Makassar turut menyerahkan bantuan bahan pokok kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Makassar. (70n)













