MAKASSAR—Tren remaja bermain perang menggunakan senapan mainan di jalanan Kota Makassar mulai viral dan menjadi perhatian kepolisian. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menilai aktivitas tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum jika dilakukan di ruang publik.
Hal itu disampaikan Arya Perdana saat menghadiri kegiatan “Unforgettable Moment: Bahagia dengan Keindahan Al-Qur’an” di Unhas Hotel and Convention, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sabtu (7/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Direktur Markaz Hijrah Indonesia Muhammad Fakhrurrasi Anshar, serta Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin Adi Maulana.
Dalam sambutannya, Arya mengungkapkan bahwa saat ini muncul sejumlah aktivitas remaja yang viral di masyarakat, salah satunya permainan perang menggunakan senapan mainan di jalanan.
“Sekarang ada kegiatan yang viral di masyarakat, banyak remaja bermain di jalan menggunakan senapan mainan dan saling perang,” ujarnya.
Menurutnya, secara umum situasi keamanan di Kota Makassar terus menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya aktivitas positif masyarakat. Namun, pada bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas berkumpul di jalan atau tempat tertentu yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Ia juga menyinggung fenomena yang sebelumnya marak di Makassar, yakni aksi busur, yang kini mulai berkurang dan berganti dengan aktivitas saling tembak menggunakan senapan mainan.
“Tahun lalu masih marak aksi busur, tetapi tahun ini mulai tergantikan dengan permainan tembak-tembakan menggunakan senapan mainan di jalanan yang bisa mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, Arya menilai permainan tersebut tidak sepenuhnya berbahaya jika dilakukan di tempat yang tepat dan terkontrol.
“Kalau dilakukan di tempat khusus atau lokasi tertentu tentu bisa menjadi kegiatan yang positif,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa permainan tersebut jika dilakukan di ruang publik berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antar kelompok yang dapat berujung konflik.
“Hal seperti ini bisa menimbulkan pertengkaran bahkan perang kelompok karena adanya saling ketersinggungan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Arya berharap para santri dan generasi muda yang hadir dapat menjadi contoh positif bagi remaja lainnya di Kota Makassar.
“Kami berharap adik-adik di sini bisa menjadi agen perubahan bagi remaja lainnya. Jangan bermain hal-hal yang bisa merugikan masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan bertema “Bahagia dengan Keindahan Al-Qur’an” tersebut diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, wisuda santri, pemuliaan santri dan orang tua, tabligh akbar, hingga buka puasa bersama dan salat tarawih.
Kapolrestabes Makassar juga menyebut sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar Kota Makassar tetap aman dan kondusif. (Ag4ys)













