Warek 4 Unhas Gandeng YPN Gagas Pengelolaan Sampah Terintegrasi Dalam Kampus

Warek 4 Unhas Gandeng YPN Gagas Pengelolaan Sampah Terintegrasi Dalam Kampus
Wakil Rektor (Warek) 4 Unhas Makassar, Prof. Dr. Adi Maulana, menggandeng Yayasan Peduli Negeri (YPN) menggagas pengelolaan sampah terintegrasi di dalam area kampus Perguruan Tinggi Ternama di Kawasan Timur Indonesia tersebut.

MAKASSAR—Wakil Rektor (Warek) 4 Unhas Makassar,  Prof. Dr. Adi Maulana, menggandeng Yayasan Peduli Negeri (YPN) menggagas pengelolaan sampah terintegrasi di dalam area kampus Perguruan Tinggi Ternama di Kawasan Timur Indonesia tersebut.

Hal itu terungkap saat Prof. Adi yang baru saja dipercaya sebagai Warek 4 Unhas beberapa hari lalu itu menerima Yayasan Peduli Negeri dan salah satu dosen Fakultas Teknik Unhas di ruang kerjanya Jumat, 22 Juli 2022 lalu.

Bahkan menurut Ketua YPN Saharuddin Ridwan, dalam pertemuan yang juga turut dihadiri Manager YPN, Nurdianzah itu,  Prof. Adi meminta lembaga YPN, membuat perencanaan pengelolaan sampah terintegrasi di dalam kampus. Mulai dari pengolahan sampah organik dan sampah an organik.

Lebih lanjut menurut Sahar, dalam pertemuan tersebut dirinya selaku Ketua YPN menjelaskan secara konseptual pengelolaan sampah terintegrasi dalam kampus merupakan proses untuk mempersiapkan dan melaksanakan beberapa tindakan yang melibatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Kita melihat potensi sumber daya sampah dalam kampus dan beberapa sarana dalam kampus seperti rusun, kantin, rumah sakit dan bahkan sampah pondokan juga sangat potensial untuk kita olah sampahnya,” ujar Sahar yang juga pengurus IKA Unhas ini, kepada Mediasulsel.com, Senin (26/7/2022).

Sebagai ketua divisi pengelolaan sampah dan limbah B3 IKA Unhas, Sahar juga menyampaikan kiranya di dalam kampus nantinya menjadi percontohan tata kelola sampah dari hulu ke hilir serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.

Berita Lainnya

“Dalam suatu lingkungan termasuk dalam kampus kita perlu perhatikan faktor-faktor sosial, ekonomi, budaya, kelembagaan baik warga kampus maupun warga di sekitar kampus termasuk pondokan,” ungkap mantan wartawan TV nasional ini.

Sementara itu, dosen Teknik Lingkungan Unhas, DR. Irwan Ridwan menyatakan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian yang sangat kompleks karena melibatkan banyak sumber daya sehingga dalam pengelolaannya dibutuhkan sistem secara terpadu dan komprehensif.

“Dengan pengelolan terpadu memungkinkan perencanaan dan pengembangan bersifat intersektoral, meminimalkan dampak negatif dan biaya sosial yang tinggi pada jangka panjang,” ujar mantan ketua Senat Teknik angkatan 1992 ini.

Irwan melanjutkan, nantinya dalam kampus Unhas, program pengelolaan sampah organik dengan teknologi lalat BSF (black soldier fly) atau maggot dengan produk yang dihasilkan antara lain pupuk kompos, pelet dan minyak. Sedangkan untuk sampah an organik dikelola dengan bank sampah. (5P/464Ys)

Berita Terkait