GEDGET – Saat ini aplikasi FaceApp yang mengubah wajah seseorang menjadi lebih tua sedang digandrungi kaum milenial. Sejumlah artis pun berlomba-lomba menunjukkan wajah mereka ketika tua di Instagram.

FaceApp mendadak digandrungi warganet. Salah satu fungsinya, yakni mengubah foto seseorang menjadi lebih tua atau muda dengan wujud yang realistis, hal ini membuat banyak orang di dunia termasuk netizen Indonesia berlomba memakainya.

Saat ini FaceApp saat ini telah di download 100 juta kali di Play Store. Sedangkan di iOS App Store, FaceApp adalah aplikasi ranking atas di 121 negara.

Namun berdasarkan penelitian sejumlah pakar IT, ada potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, khususnya menyangkut privasi pengguna.

Aplikasi tersebut menggunakan teknologi Artificial Intelligence atau AI untuk mengubah foto pengguna. Namun beberapa pihak khawatir tentang apa saja yang dilakukan pemilik FaceApp terhadap foto yang mereka akses.

FaceApp, startup yang dimiliki perusahaan Rusia Wireless Lab, diluncurkan pada tahun 2017. Aplikasi tersebut mengakses foto, informasi lokasi, penggunaan data serta history browsing.

Aspek lain yang dianggap mencemaskan adalah soal di mana data disimpan. Menurut kebijakan privasi FaceApp, informasi pengguna bisa disimpan dan diproses di Amerika Serikat atau negara lain di mana FaceApp berbisnis.

Di sisi lain, karena perusahaannya berbasis di Rusia, wajah pengguna kemungkinan akan dilihat dan diproses di sana. Dan sejauh ini, tidak jelas sejauh apa para pegawai FaceApp bisa mengakses foto-foto yang sudah didaftarkan.

Menurut data Kaspersky, sekitar 500 pengguna unik telah terinfeksi malware dari aplikasi palsu ini dalam dua hari terakhir. Deteksi pertama muncul pada 7 Juli 2019. Kaspersky juga menyebut telah menemukan 800 varian aplikasi populer yang modifikasi dan diselipkan Adware MobiDash. [*]