MEDIASULSEL.com – Fashion Carnaval on the street 2016, dengan tema “Sulawesi Parasanganta” hampir pasti diikuti 1000 peserta. Setelah tehnikal meeting Kamis 13 Oktober 2016, di ruang rapat pimpinan kantor gubernur Sulsel, catatan keikut sertaan sejumlah pihak bahkan sudah lebih dari jumlah tersebut.
Rapat yang dihadiri panitia pelaksana dan sejumlah perwakilan peserta carnaval dari berbagai element masyarakat, instansi pemerintah, pihak swasta, perwakilan sekolah dan perwakilan kabupaten kota se Sulsel ini, membahas terkait persiapan terakhir carnaval.
Selain itu, juga dibahas rute yang akan dilalui, waktu yang akan digunakan, jumlah personel yang akan diikutkan tiap tim, hingga konsumsi dan keamanan saat fashion on the street berlangsung.
Dipastikan Indira Chunda Titha Syahrul, Anggota DPR RI dari Sulsel, mewakili ikon perempuan Sulsel, akan membuka langkah pertama seluruh peserta carnaval. Thita akan ikut menggunakan kostum carnaval berbahan dasar kain sutera Sulsel, diikuti peserta festival Karawo Gorontalo, yang ikut ambil bagian sebagai guess perform. Kemudian dilanjutkan peserta dari kategori pelajar dan umum.
Kadis Perindag Sulsel melalui panitia pelaksana, Meyke Najamuddin Sultan mengatakan, kesiapan panitia saat ini sudah hampir rampung, hanya saja kondisi cuaca yang sedang sulit diprediksi. Karenanya Meyke berharap masyarakat dapat ikut mendoakan agar cuaca tetap cerah hingga pelaksanaan kegiatan usai.
“Kami dari pihak panitia, sangat senang melihat antusiasme peserta, dan semoga tak akan ada kendala berarti dalam pelaksanaan nanti. Seluruh dukungan masyarakat Sulsel akan sangat berarti,” kata Mey.
Meyke menyampaikan permohonan maaf, dengan rencana penutupan jalan Jenderal Sudirman Makassar, saat pelaksanaan Geladi Resik yang digelar Sabtu Sore 15 Oktober, dan saat pelaksanaan kegiatan, Minggu 16 Oktober 2016.
“Kita sengaja melaksanakan kegiatan ini di akhir pekan, agar bertepatan dengan Car free day, sehingga tidak terlalu mengganggu pengguna jalan. Tapi bagaimanapun itu, dengan akan padatnya dan akan ditutupnya Jalan Jenderal Sudirman Makassar, kami dari pihak panitia memohon maaf sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat,” pungkas Mey.
Event Fashion Carnaval Sulsel, fashion on the street 2016 ini, merupakan event tahunan Disperindag Sulsel, bekerjasama dengan Dekranasda dan dewan Kerajinan Sulsel.
Event ini juga sebagai ajang promosi produk lokal kain sutera Sulsel, yang digunakan sebagai materi utama kostum yang akan digunakan peserta carnaval. Tahun ini merupakan tahun ketiga, sebagai rangkaian hari jadi Sulsel ke 347. (fit/shar)













