OPINI—Pada umumnya dunia remaja diartikan masa dimana mereka awal berekspresi diri melalui berbagai emosi sehingga terkadang disebut dalam dunianya penuh warna dan memiliki corak tersendiri.
Begitupula demikian jika dihantarkan dalam perkembangan remaja masa kini masa generasi Z, yang tentunya berbeda dalam perlakuan mereka. Itu disebabkan karena berbagai macam pengaruh di era teknologi sekarang ini yang tidak ada penjagaan atas mereka. Beberapa akibat diantaranya, pembullyan, pergaulan bebas, hingga hamil di luar aqad pernikahan.
Bukan hal yang tabuh lagi untuk dibicarakan di tengah-tengah masyarakat umum, ketika muda mudi berjalan berdua berpacaran hingga hamil di luar nikah. Kedua orangtua bahkan merasa malu ketika anak perempuannya tidak ada yg ajak malam mingguan. Namun ketika anak perempuannya hamil. Lucunya yang kembali disalahkan anak-anak mereka.
Kronologis
Seorang siswa SMA di Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah telah melahirkan saat jam pelajaran berlangsung di sekolahnya. Siswa tersebut awalnya mengeluh kesakitan ternyata sedang mengalami kontraksi. Saat itu, dia tengah mengikuti pelajaran olahraga.
Setelah melihat kondisi siswinya pihak sekolah kemudian membawanya ke puskesmas terdekat. Setelah diperiksa, akhirnya diketahui siswi tersebut sedang mengalami kontraksi. Dia akhirnya segera mungkin dirujuk ke rumah sakit untuk melakukan persalinan.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Karanganyar, Titi Umarni mengatakan, kondisi siswi tersebut berangsur pulih setelah melahirkan bayi. Kondisi ibu dan bayi selamat, kini dirawat oleh orangtua siswi tersebut,
Telah diketahui bahwa selama ini siswi tersebut menyembunyikan kehamilannya Bahkan, guru hingga teman di sekolah tak mengetahui bahwa dia telah hamil. Siswi tersebut sudah mengaku ternyata ayah dari bayi yang dilahirkannya adalah kekasihnya alias pacarnya sendiri. Dan ternyaata pasangan kekasih ini bukanlah bertempat dalam sekolah yang sama (TribunSolo.com Jumat 9/9/2022).
Sesuatu yang mencengangkan dapat kita lihat, telah diketahui bersama perempuan hamil dalam masa paling lama 9 bulan. Namun pihak keluarga, sekolah bahkan masyarakat tidak tahu menahu. Padahal hal tersebut dapat dengan mudah terdeteksi dari aktivitas harian siswi tersebut.

















