PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Tambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaBangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Tambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaBangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran Nusron
Makassar

Dinas PPKB Kota Makassar Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting 2024

708
×

Dinas PPKB Kota Makassar Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting 2024

Sebarkan artikel ini
Dinas PPKB Kota Makassar Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting 2024
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Kota Makassar Tahun 2024, di Ruang Sipakalebbi Balai Kota Makassar, Senin (5/02/2024).

MAKASSAR—Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Kota Makassar Tahun 2024, di Ruang Sipakalebbi Balai Kota Makassar, Senin (5/02/2024).

Rakor dibuka Plt Sekda Kota Makssar, Firman Hamid Pagara turut dihadiri Ketua 2 Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Indira Yusuf Ismail, seluruh Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD, dan Camat se Kota Makassar.

Kepala Dinas PPKB Kota Makassar, Syahruddin menegaskan, bahwa Komitmen pemerintah dalam mengatasi stunting, fokus pada kerja sama lintas sektor. Diskusi intens membahas langkah konkret, evaluasi proyek, dan dukungan kecamatan.

Ketua 2 TPPS yang juga merupakan Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail, menegaskan pentingnya peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah kota dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, terutama stunting yang menjadi perhatian serius.

“Komitmen kami di TP PKK Kota Makassar adalah untuk secara proaktif terlibat dalam setiap inisiatif yang dilakukan pemerintah kota guna menangani permasalahan stunting, sudah menjadi perhatian serius kami,” jelas Indira.

Lebih lankut Indira menuturkan persoalan stunting adalah persoalan bersama sehingga penanganannya pun harus dilakukan dengan keterlibatan berbagai pihak.

“Stunting ini persoalan kita bersama. Kepedulian kita tentu akan memberikan dampak angka penurunan stunting di Kota Makassar. Mari kita sama-sama berjibaku karena target pemerintah pusat adalah zero stunting,” pungkas Indira.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar Firman Hamid Pagarra menuturkan jika Pemkot Makassar saat ini terus mengupayakan intervensi spesifik dalam penanganan stunting. Mulai dari optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal, hingga edukasi tentang pentingnya imunisasi dan ASI Eksklusif.

“Langkah percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan dengan membangun kordinasi hingga tingkat kelurahan dan RT/RW agar stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Makassar,” jelas Firman. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com