JENEPONTO—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 113 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggagas program “Biopori: Solusi Sederhana untuk Lingkungan Lebih Baik” di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Program yang dilaksanakan pada Senin, 10 Februari 2025 baru lalu, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.
Koordinator program, Putri Amalia Anwar, menjelaskan bahwa biopori merupakan solusi sederhana namun efektif dalam mengelola sampah organik dan meningkatkan daya serap air tanah. “Melalui biopori, kita bisa mempercepat proses penguraian sampah organik sekaligus mencegah banjir dan genangan,” ujarnya kepada mediasulsel.com, Rabu (12/2/2025).
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat biopori. Mahasiswa memberikan edukasi tentang cara pembuatan dan fungsi biopori dalam mendukung ekosistem. Setelah sesi penyuluhan, mereka bersama warga melakukan praktik langsung dengan menggali lubang berdiameter sekitar 10 cm dan kedalaman 50 cm. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan yanhg sebelumnya telah dimasukan ke dalam pipa.
“Selain mengurangi sampah, biopori juga menghasilkan kompos alami yang bermanfaat bagi pertanian,” tambah Putri. Ia berharap program ini dapat membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan sampah organik.
Koordinator Desa KKN Unhas, Muh. Ainul Patri, menegaskan bahwa program ini dirancang agar masyarakat lebih mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga. “Dengan biopori, kita bisa mengurangi volume sampah organik dan menjaga kualitas tanah serta air di sekitar kita,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Kepala Dusun Ga’dea, Arifin, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pengelolaan sampah. “Dulu saya sering membuang sampah organik begitu saja, sekarang saya tahu bahwa sampah ini bisa menyuburkan tanah,” ungkapnya.
Mahasiswa KKN Unhas berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta komunitas lingkungan agar penerapan biopori dapat dilakukan secara lebih luas. (Cj/Ag4ys)
Citizen Journalism: Putri Amalia Anwar (Mahasiswa Agroteknologi Unhas)













