JENEPONTO—Masyarakat Kabupaten Jeneponto yang sempat datang untuk ikut menghadiri Tabligh Akbar yang sedianya akan menghadirkan penceramah kondang Ustadz Das’ad Latif di mesjid Agung kabupaten Jeneponto, pulang ke rumah masing-masing dengan penuh rasa kekecewaan, Jumat (9/5/2025) malam.
Mereka merasa dibohongi oleh panitia pelaksana kegiatan, pasalnya panitia sudah menyebar undangan Tabligh Akbar dengan melampirkan foto penceramah Ustadz Kondang Dad’ad Latif. Bahkan, tak segan-segan pantia mengundang Ketua TP PKK Jeneponto, Salmawati Paris, dan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Jeneponto lainnya yang sudah disebarkan.
Parahnya lagi, panitia masjid Agung telah memasang spanduk berukuran besar di halaman masjid Agung Jeneponto, dengan gambar Ustadz Das’ad Latif, lengkap jadwal kegiatannya, namun itu hanya spanduk berisi hoax alias tidak benar.
“Rencana kegiatan tersebut sesuai undangan setelah ba’da ashar sampai Sholat magrib berjamaah sehingga kami menunggu kurang lebih satu jam,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Informasi ini terkuak kebohongannya setelah munculnya klarifikasi yang di lakukan Ustad Das’ad Latif melalui video yang terkirim melalui via Wa dan Facebook dan beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Ustadz Das’ad Latif menjelaskan bahwa memang ada jadwal ceramahnya di Jeneponto tapi bukan di masjid Agung, melainkan di rumah salah satu warga di Jalan Lingkar, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, yang undangannya dalam rangka melaksanakan tauziah Manasik Haji, pada pukul 20.00 Wita.
“Saya ingin mengklarifikasi bahwa betul acara malam ini saya di Jeneponto, acaranya manasik haji kawan dari kawan saya, kalau saya tidak salah namanya pak Anto Ijo, saya tidak tahu tapi kawannya kawan saya,” ungkap ustadz kondang asal Kota Makassar, Ustadz Das’ad Latif.

“Tidak ada dalam jadwal acara saya di masjid Agung Jeneponto. Jadi, kalau ada yang beredar, mohon maaf itu di luar sepengetahuan saya. Saya hanya terjadwal malam ini jam 08.00 manasik haji d rumah pak Anto Ijo tadi, tidak ada di masjid Agung. Saya tidak bisa isi sebab perjalanan saya nanti lepas magrib baru bisa ke Jeneponto. Saat ini saya lagi ada acara di Makassar,” tegas Ustadz Das’ad Latif.
Dengan demikian, masyarakat Jeneponto peserta Tabligh Akbar harus rela menerima kekecewaan dan harus pulang ke rumah masing-masing dan meninggalkan acara Tabligh Akbar di masjid Agung Kabupaten Jeneponto.
Hingga berita diturunkan, sampai saat belum ada klarifikasi dari panitia pelaksana Tabligh Akbar di masjid Agung, kenapa sampai terjadi hal demikian dianggap pembohongan publik, atau apakah terjadi miskomunikasi antara pihak panitia masjid agung dengan manajemen Ustadz Das’ad Latif.
Sementara, informasi yang dihimpun di lapangan didapatkan, bahwa tuan rumah acara manasik haji yang mengundang Ustadz Das’ad Latif sengaja membatalkan kehadiran Ustadz Das’ad Latif demi menghargai masyarakat Kabupaten Jeneponto yang terlanjur dikecewakan panitia masjid Agung. (*)














