MAKASSAR—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar kembali menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses masa sidang ketiga tahun 2024–2025. Rapat yang berlangsung di ruang paripurna lantai 3 Gedung DPRD Makassar, Selasa (6/5/2025), dipimpin langsung Ketua DPRD, Supratman.
Dalam laporannya, Supratman membeberkan sederet persoalan krusial yang ditemukan anggota dewan selama turun ke daerah pemilihan masing-masing. Infrastruktur jalan yang rusak, layanan kesehatan yang belum merata, hingga banjir yang terus berulang menjadi keluhan utama masyarakat.
“Setelah musim hujan dan perayaan Paskah, banyak jalanan, khususnya di perumahan dan pemukiman, mengalami kerusakan parah. Ini harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkot Makassar,” tegas Supratman di hadapan peserta rapat.
Tak hanya soal infrastruktur, legislator asal Partai Nasdem ini juga menyoroti iuran BPJS Kesehatan yang dinilai memberatkan warga kurang mampu. Ia mendorong agar pemerintah kota melakukan pendataan ulang terhadap penerima bantuan seperti PKH dan peserta BPJS yang layak disubsidi.
“Banyak warga yang kesulitan membayar iuran. Kita harus pastikan yang betul-betul membutuhkan tidak tertinggal dari layanan kesehatan,” ujarnya.
Masalah banjir pun tak luput dari sorotan. Tiga kecamatan disebut menjadi langganan genangan, yakni Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala. Supratman menyebut bahwa pembangunan waduk diusulkan sebagai solusi jangka panjang, terutama untuk menampung limpasan air dari kawasan Gowa.
“Usulan ini datang dari Dapil 3 dan 4. Tapi kita juga butuh kajian teknis, karena elevasi tanah di beberapa titik cukup tinggi, sehingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir memerlukan pendekatan yang matang,” ungkapnya.
DPRD Makassar, lanjut Supratman, siap menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah kota maupun kementerian terkait, agar persoalan-persoalan tersebut mendapat solusi konkret.
“Laporan reses ini bukan hanya formalitas, tapi harus ditindaklanjuti demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Ag4ys/4dv)













