MAKASSAR — Video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pemuda berkaos bertuliskan Rider 700 diduga dipaksa mengaku sebagai anggota TNI memicu perhatian publik di Makassar. Menyikapi hal itu, Komandan Yonif Raider 700/Wira Yudha Cakti, Letkol Iwan, langsung turun tangan melakukan penelusuran.
Penelusuran dilakukan untuk memastikan identitas pria dalam video sekaligus meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pihak Yonif Raider 700 menelusuri keberadaan pemuda tersebut hingga ke alamatnya di Jalan Balana, Kelurahan Balana, Kecamatan Makassar. Dari hasil pengecekan, dipastikan pria yang muncul dalam video bukan anggota TNI.
“Saya saat ini bersama orang yang diduga dipaksa mengaku anggota Rider 700,” ujar Letkol Iwan dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, kaos bertuliskan Rider 700 yang dikenakan pemuda tersebut bukan pakaian dinas resmi milik TNI, sehingga dapat digunakan masyarakat umum.
Langkah cepat dilakukan karena video yang telanjur beredar dinilai berpotensi menyeret nama satuan apabila tidak segera diklarifikasi.
“Dari perintah pimpinan, kejadian ini harus dilacak dan dicari sampai tuntas agar tidak berdampak pada divisi Rider,” katanya.
Pemuda dalam video yang diketahui bernama Suaib turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak pernah mengaku sebagai anggota TNI.
“Saya tidak pernah mengaku dari TNI, dan saya bernama Suaib, bekerja sebagai satpam,” ujar Suaib.
Selain melakukan klarifikasi terhadap identitas pemuda tersebut, pihak Yonif Raider 700 juga berkoordinasi dengan jajaran Mako Brimob Polda Sulsel di kawasan Pabaeng-baeng, Makassar.
Hasil koordinasi menyebutkan bahwa pihak Brimob akan menindaklanjuti komunikasi lintas pihak guna menjaga situasi tetap kondusif.
Kasus ini menjadi sorotan karena cepatnya penyebaran informasi di media sosial dinilai dapat memicu persepsi keliru apabila tidak disertai klarifikasi resmi dari pihak terkait. (70n)







