PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Nasional

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

97
×

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

Sebarkan artikel ini
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Lampaui Target Awal Tahun
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year), melampaui proyeksi awal pemerintah.

JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year), melampaui proyeksi awal pemerintah.

Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan capaian tersebut lebih tinggi dibanding prediksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan di level 5,5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu tumbuh 5,61 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers.

Secara nominal, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp6.187,2 triliun, sementara berdasarkan harga konstan sebesar Rp3.447 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif. Industri pengolahan sebagai kontributor terbesar tumbuh 5,04 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada sektor akomodasi makanan dan minuman yang melesat 13,14 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 8,04 persen.

Dari sisi pengeluaran, belanja pemerintah menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 21,81 persen. Sementara konsumsi rumah tangga—yang menjadi penopang terbesar ekonomi—tumbuh 5,53 persen.

Amalia menjelaskan, lonjakan konsumsi pemerintah dipicu peningkatan belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-14 atau THR, serta belanja barang dan jasa.

Salah satu program yang turut mendorong belanja tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis yang mulai berjalan pada awal tahun.

Di tengah capaian domestik, sejumlah negara mitra dagang juga mencatatkan perbaikan ekonomi. China tumbuh 5,3 persen, sementara Amerika Serikat mencapai 2,7 persen secara tahunan.

Namun, perlambatan terjadi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia yang turun ke 5,4 persen, Singapura 4,6 persen, dan Vietnam 7,8 persen.

Amalia menambahkan, proyeksi International Monetary Fund menunjukkan pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan hanya 3,1 persen, melambat dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,4 persen. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com