MAKASSAR – Upaya menghadirkan ruang hijau produktif di tengah kawasan perkotaan mulai digagas Pemerintah Kelurahan Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang. Melalui pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Baji Pamai, warga didorong mengembangkan program urban farming yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Rencana pembentukan KWT Baji Pamai dibahas dalam rapat warga di Jalan Baji Pamai V, RW 02, Minggu malam (14/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Lurah Tamparang Keke Zulkifli, tokoh masyarakat, pemerhati lingkungan, dan warga setempat yang akan terlibat dalam pengelolaan kawasan urban farming.
Lurah Tamparang Keke, Zulkifli, mengatakan pembentukan kelembagaan menjadi langkah awal sebelum pengelolaan lahan dimulai. Berdasarkan arahan Dinas Pertanian, konsep pertanian perkotaan yang akan dikembangkan lebih tepat dikelola melalui Kelompok Wanita Tani dibanding Kelompok Tani (Poktan) yang umumnya berorientasi pada kegiatan persawahan.
“Kami ingin membangun wadah yang sesuai dengan konsep urban farming. Karena itu, KWT menjadi pilihan yang paling tepat untuk mengelola program ini secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.
KWT Baji Pamai nantinya akan memiliki kepengurusan lengkap dengan anggota sekitar 20 hingga 25 orang. Meski berbasis kelompok perempuan, pelaksanaannya tetap membuka ruang bagi keterlibatan laki-laki sebagai pendamping dalam kegiatan yang membutuhkan tenaga lebih besar.
Menurut Zulkifli, program ini tidak sekadar bertujuan menghijaukan lingkungan. Berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, wortel, hingga tanaman obat keluarga akan dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Hasil pertanian diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat dan menjadi pemicu tumbuhnya usaha mikro yang memberikan nilai tambah bagi warga,” katanya.
Pemerintah kelurahan juga menargetkan partisipasi luas masyarakat. Selain warga RW 02 sebagai lokasi utama kebun, warga RW 03 dan RW 05 akan dilibatkan agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan program.
Pemerhati lingkungan Suwardi Hiong menyatakan siap mendampingi pengembangan KWT Baji Pamai. Ia menilai Tamparang Keke memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan peduli terhadap lingkungan sehingga berpotensi menjadikan urban farming sebagai ruang produktif yang menghasilkan manfaat ekonomi.
Selain melibatkan kaum perempuan, program ini juga akan menggandeng generasi muda sebagai bagian dari edukasi lingkungan dan pertanian perkotaan. Dengan dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga, KWT Baji Pamai diharapkan menjadi percontohan urban farming di Kecamatan Mamajang yang mampu menghadirkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. (70n)













