LUWU — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Luwu mendorong masyarakat ikut mendokumentasikan sejarah dan kearifan lokal melalui karya tulis.
Upaya itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang mengangkat tema “Mengungkap Asal Usul Nama Daerah: Upaya Pelestarian Sejarah dan Kearifan Lokal.”
Kegiatan tersebut menyasar pustakawan dan pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang berdomisili di Kabupaten Luwu.
Peserta nantinya diarahkan menyusun naskah mengenai asal-usul nama daerah yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal. Cerita yang selama ini berkembang dan diwariskan secara lisan di tengah masyarakat diharapkan dapat dihimpun menjadi dokumentasi tertulis.
Kepala Dispersip Kabupaten Luwu, Ir. H. Saiful Abdul Latief, ST., MM, mengatakan Bimtek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga menjadi ruang menggali kembali sejarah dan identitas daerah.
“Melalui kepenulisan, sejarah dan kearifan lokal dapat terdokumentasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Bimtek akan digelar di Kantor Dispersip Kabupaten Luwu. Pendaftaran peserta berlangsung 1–23 Agustus 2026 secara gratis dengan kuota terbatas sebanyak 50 orang.
Rangkaian kegiatan diawali pembekalan pada 26 Agustus 2026. Peserta kemudian memasuki tahap penulisan naskah pada 27 Agustus hingga 23 September, dilanjutkan review pada 24 September serta perbaikan dan penyempurnaan naskah pada 25 September hingga 11 Oktober 2026.
Tahap akhir berupa finalisasi naskah dijadwalkan pada 12 Oktober 2026.
Melalui program ini, Dispersip Luwu ingin memperluas makna literasi, bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai sarana merawat ingatan kolektif masyarakat.
Cerita tentang asal-usul nama daerah yang selama ini hidup dalam tradisi tutur diharapkan tidak berhenti sebagai cerita antargenerasi, tetapi dapat menjadi arsip pengetahuan lokal yang bernilai bagi generasi mendatang. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Epi Aresih Tansal (Pengelola Latansa Bimbel)













