PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Cara Nonton Live Persib vs PSM Malam Ini, Kick-off 20.00 WITALurah Biring Romang Apresiasi Muslimat NU Perkuat Persatuan Tokoh PerempuanHutan Terbakar, Masa Depan Terbakar: Menggugat Dampak Katastrofik KarhutlaGunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 MeterRemaja ORW 01 Biring Romang Bangkitkan Kembali GEMAS Setelah 13 Tahun VakumKAHMI Sulsel Wacanakan Federalisme; Otonomi Khusus hingga “Bubar Dulu” DibahasPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Cara Nonton Live Persib vs PSM Malam Ini, Kick-off 20.00 WITALurah Biring Romang Apresiasi Muslimat NU Perkuat Persatuan Tokoh PerempuanHutan Terbakar, Masa Depan Terbakar: Menggugat Dampak Katastrofik KarhutlaGunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 MeterRemaja ORW 01 Biring Romang Bangkitkan Kembali GEMAS Setelah 13 Tahun VakumKAHMI Sulsel Wacanakan Federalisme; Otonomi Khusus hingga “Bubar Dulu” Dibahas
Nasional

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

16
×

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Sebarkan artikel ini
semeru
Gunung Semeru

LUMAJANG — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.51 WIB. Letusan memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, PVMBG, sebagaimana dikutip dari Berita Satu, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik.

BPBD Lumajang langsung meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan personel di sejumlah titik yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik, termasuk Pos Curah Kobokan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Is Nugroho, mengatakan hingga laporan disampaikan belum ada dampak signifikan akibat erupsi tersebut. Ia juga memastikan letusan tidak disertai awan panas guguran (APG).

“Tidak sampai APG, tetapi kami tetap menyiagakan personel di Pos Curah Kobokan,” kata Is Nugroho.

BPBD Lumajang tetap melakukan pemantauan selama 24 jam untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Semeru, termasuk potensi awan panas guguran dan banjir lahar.

Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk zona bahaya.

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar. Larangan juga berlaku di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.

Di luar radius tersebut, warga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

BPBD Lumajang kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang beraktivitas di daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi jalur lahar Semeru.

“Kami mengimbau warga tetap waspada, terutama yang beraktivitas di DAS Besuk Kobokan, karena jalur lahar mengarah ke wilayah tersebut,” ujarnya. (Ag4ys/B-Network)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com