TORAJA UTARA – Musibah kebakaran di Dusun Buntu Se’pon, Lembang Sikuku’, Kecamatan Kapala Pitu, Toraja Utara, merenggut nyawa dua perempuan lanjut usia, Yohana Somba dan Dina Mombong, yang merupakan kakak beradik. Rumah beserta lumbung padi milik keluarga itu juga hangus terbakar dalam peristiwa Minggu (18/10/2026).
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, kepedulian datang dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Toraja Utara. Pada Selasa (20/10/2026), rombongan yang mewakili Ketua TP PKK Toraja Utara, Ny. Damayanti Batti Palimbong, mendatangi keluarga korban untuk menyerahkan bantuan sembako.
Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Kondisi jalan yang ekstrem membuat kendaraan tidak dapat menjangkau rumah korban. Rombongan TP PKK bersama pendamping pun harus berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer demi menemui keluarga yang terdampak musibah.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal sekaligus dua anggota keluarga. Bantuan sembako diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka selama berada di tempat penampungan sementara.

Camat Kapala Pitu, Hermin Rante, mengatakan keluarga korban masih membutuhkan penanganan lanjutan. Pemerintah setempat akan menggelar musyawarah bersama keluarga, tokoh adat, pihak gereja, dan unsur pemerintah untuk membicarakan langkah selanjutnya.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.00 Wita itu juga menyisakan duka bagi Simon Sere, anak laki-laki dari salah satu korban, dan Sonda, cucu keluarga tersebut yang merupakan penyandang disabilitas. Saat kejadian, Simon sedang bekerja mengambil ballo’ atau nira dari pohon enau.
Kepala Lembang Sikuku’, Agustinus Sangka’, menjelaskan keluarga itu selama ini mengandalkan bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain rumah, api juga menghanguskan alang atau lumbung padi yang berada di lokasi yang sama.
Untuk sementara, Simon dan Sonda menempati tenda pengungsian. Sementara itu, jenazah kedua korban disemayamkan di atas pondok yang dibangun masyarakat setempat. Pembersihan puing-puing kebakaran mulai dilakukan pada Rabu (21/10/2026), sedangkan pemakaman kedua korban direncanakan tiga hari setelah pembersihan, sesuai adat setempat.
Hermin menyebut korsleting listrik sebagai dugaan awal penyebab kebakaran. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu mengacu pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Bantuan bagi keluarga korban juga datang dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara. Sebelumnya, Sekretaris Daerah bersama instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan BPBD, telah mengunjungi lokasi atas arahan bupati. Kapolres Toraja Utara turut datang menemui keluarga korban.
Bantuan pemerintah meliputi tenda pengungsian, bahan pangan, perlengkapan tidur, dan kebutuhan logistik lainnya. Dukungan dari berbagai pihak juga terus berdatangan, baik berupa barang maupun dana, yang pendataannya akan dilaporkan lebih lanjut.
Hermin mengapresiasi perhatian pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat yang turut membantu keluarga korban. Ia juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika anggota keluarga lanjut usia berada di rumah.
Letak rumah korban di kawasan pegunungan dan tebing, ditambah akses jalan yang sulit, menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kejadian tersebut. Pemerintah setempat berharap musibah serupa tidak kembali terjadi dan keluarga yang ditinggalkan mendapat dukungan untuk melewati masa sulit ini. (4nny)














