MAKASSAR – Persaingan industri halal dunia semakin terbuka. Peluang ekonomi syariah kini tidak hanya dimanfaatkan negara-negara mayoritas muslim, tetapi juga negara seperti Tiongkok dan Thailand yang mulai mengambil bagian dalam pasar tersebut.
Melihat peluang itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah agar Indonesia mampu memperluas penetrasi produk halal ke pasar global.
Dukungan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Senin (2/11/2026).
Menurut Andi Sudirman, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari industri halal, makanan dan minuman, fesyen muslim hingga pariwisata ramah muslim.
“Kita melihat bahwa yang mengambil peluang dalam persaingan ekonomi halal dunia bukan hanya negara-negara mayoritas muslim. Tiongkok dan Thailand, misalnya, juga mengambil peluang ini. Karena itu, kita perlu membangun ekosistem yang kuat agar potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap cetak biru atau blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang diluncurkan dalam forum tersebut dapat menjadi pedoman bersama bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, siap mengambil bagian melalui kolaborasi untuk memperluas akses pembiayaan syariah ke sektor riil, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita ingin memastikan bahwa pembiayaan dan instrumen keuangan syariah dapat menjangkau sektor riil, UMKM, serta program pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
IIFS 2026 mengangkat tema Strengthening Islamic Finance Ecosystem to Advance Sustainable Halal Economic Growth. Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum yang juga dirangkaikan dengan peluncuran cetak biru pengembangan keuangan syariah, high-level forum, serta konferensi keuangan syariah tingkat internasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang hadir bersama jajaran anggota Dewan Komisioner OJK dan pemangku kepentingan sektor ekonomi syariah, menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri keuangan syariah.
Potensi tersebut ditopang pertumbuhan aset keuangan syariah, dukungan kebijakan pemerintah, regulasi, serta besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia.
Namun, menurut Friderica, seluruh potensi itu harus dikembangkan secara terpadu agar mampu membentuk ekosistem yang saling mendukung dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, termasuk Sulawesi Selatan, dalam mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui program serta kerja sama di daerah.
“Peran daerah di Indonesia, utamanya Provinsi Sulawesi Selatan, juga sangat penting dalam menyukseskan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai program dan kerja sama yang dilaksanakan di daerah,” ungkapnya.
Friderica menambahkan, cetak biru yang diluncurkan dalam IIFS 2026 disiapkan sebagai arah dan panduan bagi seluruh pemangku kepentingan. Di dalamnya mencakup visi pengembangan, penguatan kelembagaan, pengembangan produk, inovasi, hingga pemanfaatan teknologi.
“Harapan kita, industri ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin maju. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (70n)






![Tri Lamappaenre Siap Kawal 5 Misi APSI, Satpam Indonesia Didorong Naik Kelas 8 Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Sulawesi Selatan, Muh. Tri Lamappaenre, bersama Penasehat APSI , Komjen Pol [P] Ahwil Lutan,SH MH & Dirbinpotmas Baharkam Polri Brigjen Pol Rudi S, SIK,MH bersama sejumlah Pengurus DPD APSI lainnya, dalam Rakernas APSI di Semarang.](https://www.mediasulsel.com/wp-content/uploads/2026/11/Triyono-180x130.webp)






