SIDRAP – Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang memiliki 30 unit turbin angin dengan kapasitas masing-masing 2,5 MW dan telah selesai terpasang, yang rencana akan segera diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi, Kamis (1/3) diitinjau oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kunjungan ‘Kebun angin’ raksasa pertama di Indonesia itu, sedianya akan dilakukan langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan, namun karena mantan Menteri Perhubungan itu baru saja menjalani operasi usus buntu, sehingga diwakili oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan, Rida Maulana.
“Pak Jonan itu baru dioperasi, lagi sakit, jadi beliau nggak boleh jalan jauh,” kata Dirjen EBT, Rida Maulana, saat ditemui di lokasi.
Sementara dari pihak KPK hadir melakukan pemantauan lagsung, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, serta nampak ikut serta dalam rombongan, Direktur Regional Sulawesi, PT. PLN (Persero) Syamsul Huda.
Kehadiran KPK dalam kunjungan tersebut, menurut sumber mediasulsel.com, karena salah satu yang menjadi perhatian KPK dalam perlindungan kekayaan negara adalah sumber daya alam.
Rombongan bertolak menuju atas bukit tempat berdirinya tiang-tiang turbin raksasa tersebut, ditemani oleh sejumlah teknisi dari perusahaan UPC.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan menerima penjelasan terkait spesifikasi teknis turbin PLTB, dan bagaimana PLTB ini akhirnya berhasil dibangun dan manfaatnya.
PLTB yang dikembangkan PT. UPC Sidrap Bayu Energi, perusahaan Special Purpose Vehicle (SPV) yang dibentuk oleh konsorsium UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Binatek Energi Terbarukan dan Sunedison Sidrap BV untuk membangun Proyek PLTB Sidrap.
PLTB yang berlokasi di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidenrang Rappang dengan menempati lahan seluas 100 ha dan berkapasitas 75 MW ini merupakan bagian dari pengembangan proyek energi bersih terbarukan.(*/464ys)







