PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam •
News

TNI Bantah Gunakan Bom dalam Evakuasi Korban Penembakan di Yigi

584
×

TNI Bantah Gunakan Bom dalam Evakuasi Korban Penembakan di Yigi

Sebarkan artikel ini
tni2

Dalam keterangan pers yang dikirim kepada VOA, Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infantri Muhamad Aidi mengatakan “TNI tidak pernah menggunakan serangan bom.” Ditambahkannya, “TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infantri yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit… Tidak ada heli serang apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom.”

Sebelumnya Kepala Distrik Nirkuri, Yosekat K. Kamarigi, melalui sambungan telpon dengan VOA mengatakan sedikitnya dua arga sipil tewas terkena tembakan aparat keamanan ketika berupaya mengevakuasi korban penembakan dari arah selatan Nduga dan dari arah timur yang masuk wilayah kabupaten Wamena.

“Tembakan diarahkan kepada tempat tinggal warga di hutan-hutan, jadi tidak tahu dengan serangan itu ada banyak korban atau tidak karena belum dikumpulkan datanya. Tetapi data untuk sementara itu empat orang luka-luka, kemudian dua orang meninggal. Dua meninggal akibat tembakan itu keduanya aparat desa Wuridlak, dan satunya aparat desa Kujondumu,” kata Yosekat K Kamarigi.

tni

Ditambahkannya, aparat melakukan serangan bom sebanyak 12 kali, lima kali di distrik Mbua dan tujuh kali di distrik Yigi. Yosekat menggambarkan “tembakan peluru itu dihamburkan seperti hujan yang tidak dapat dihitung.”

TNI: Kelompok Bersenjata Serang Tim Evakuasi

Namun Kolonel Infantri Muhamad Aidi menegaskan bahwa pihak kelompok bersenjata yang menyerang tim evakuasi sehingga memicu baku tembak yang melukai satu anggota Brimob.

“Perlu kami gambarkan bahwa lokasi pembantaian di bukit puncak Kabo adalah kawasan hutan, yang terletak sekitar 4-5 kilometer dari pinggir kampung terdekat. Jadi jika ternyata ada laporan jatuh korban jiwa akibat kontak tembak, maka dapat dianalisa bahwa korbannya bukan warga sipil mruni, tetapi mungkin bagian dari pelaku yang melaksanakan pembantaian.”

Menanggapi seruan seseorang yang mengaku bernama Sabby Sambon dan mengklaim sebagai juru bicara kelompok orang bersenjata, tentang “perjanjian zona tempur,” Aidi mengatakan “tidak pernah ada perjanjian antara TNI dan KKSB (kelompok kriminal sipil bersenjata.red) tentang zona tempur itu.”

“Segala pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bo dan istilah zona tempur hanya upaya propaganda KKSB untuk berusaha menggiring opini publik guna memojokkan TNI-Polri seolah-olah telah melakukan tindakan pelanggaran HAM,” tegas Aidi.

TNI memberikan ultimatum kepada kelompok-kelompok bersenjata yang ada di Papua bahwa mereka “hanya punya dua pilihan: segera menyerah atau kita selesaikan. Ingat waktu terbatas.”

Satu Lagi Mayat Ditemukan di Yigi

Berdasarkan laporan yang diterima otorita berwenang pasca insiden pembantaian belasan karyawan PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di distrik Yigi pada 2 Desember lalu, hari Minggu (9/12) ditemukan satu mayat lagi dalam kondisi mulai membusuk. Mayat ini telah dievakuasi ke Mbua melalui jalur darat dan dilanjutkan ke Wamena lewat jalur udara.

Hingga laporan ini disampaikan, tim aparat gabungan TNI-Polri masih mencari sisa korban yang belum ditemukan, yang diperkirakan berjumlah empat orang, dua diantaranya diduga masih hidup. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com