MAKASSAR, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) provinsi Sulawesi Selatan, Agustinus Appang, menilai telah terjadi paradok yang sangat tinggi di kota Makassar yang ditandai dengan adanya ketimpangan yang sangat tinggi antaranya tingginya tingkat pengannguran dan tingginya pertumbuhan ekonomi.
“Dengan tingkat pengangguran di tahun 2018 yang mencapai 10,5%, sementara saat bersamaan pertumbuhan ekonomi kota Makassar mencapai di atas 7 %, dengan situasi yang sangat jomplang ini, menandakan di Makassatr sedang terjadi paradok yang sangat tinggi,” ungkap Agustinus saat bertindak sebagai nara sumber dalam Forum OPD dalam rangka penyusunan Renja Disnaker Kota Makassar, di Hotel D’Maleo Makassar, Senin (18/2).
Lebih lanjut Agustinus memaparpan setidaknya terdapat 3 hal yang mengakibatkan ketimpangan tersebut yaitu meliputi; belum terdatanya sektor online sebagai pekerjaan, kebijakan alokasi anggaran yang kurang tepat serta persoalan pergerakan penduduk.
“Kebijakan alokasi anggaran, sebaiknya difokuskan kepada perbaikan infrastruktur, terutama pada daerah-daerah rawan banjir seperti Antang dan Biringkanaya, sekaligus sebagai upaya penanggulangan pengangguran,” pungkas Agustinus. (464ys)













