MAKASSAR – Dinas Kesehatan Bulukumba, USAID Jalin dan Forum CSR-Kesos Sulsel membahas Formulasi yang tepat dalam Penanganan Angka Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Bulukumba.
Pemkab Bulukumba memprioritaskan pembangunan di bidang kesehatan termasuk berkomitmen turunkan angka kematian ibu yang melahirkan akibat pendarahan.
Salah satu indikasi prioritas tersebut, yakni Pemkab mengalokasikan dana sekitar Rp. 30 miliar untuk pembangunan di bidang Kesehatan tahun 2019.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali ketika memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pertemuan Multi Pihak Gawat Darurat Darah di Gedung Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (26/6/2019).
Pertemuan yang difasilitasi USAID Jalin ini merupakan pertemuan lanjutan dari diskusi dan koordinasi yang sudah dilaksanakan secara rutin bersama Dinas Kesehatan Bulukumba.
Perserta yang hadir antara lain, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan, PKK Bulukumba dan Organisasi Masyarakat, Media, Palang Merah Indonesia (PMI) Bulukumba dan Dewan Pengurus Daerah Forum CSR-Kesos Sulsel.
Pertemuan Multi Pihak Gawat Darurat kali ini menjadi menarik dengan hadirnya pihak Forum CSR Kesos Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal tersebut menjadikan salah satu upaya bersama dalam mencari solusi lokal atas permasalahan yang dihadapi masyarakat Bulukumba.
Permasalahan angka kematian ibu dan anak, tentunya menjadi salah satu permasalahan sosial yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja.
Namun, keterlibatan badan usaha/perusahaan sangat diharapkan mampu andil dan berkontribusi dalam upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

Bupati Bulukumba AM Sukri AS dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Pertemuan Multi Pihak Gawat Darurat Darah merupakan upaya kolaboratif guna mencapai “zero accident” terutama dalam Penanganan Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Bulukumba.
Hal tersebut diakui, saat ini animo masyarakat untuk berdonor sangat rendah, sehingga apabila ada kasus perdarahan bagi ibu melahirkan, bisa berujung pada kematian ibu dan bayinya.
Dalam tahun 2019 saja, untuk kasus dan laporan yang ada menyebutkan sudah ada 2 kasus ibu yang meninggal akibat perdarahan serta ketersediaan darah terbatas sehingga pertolongan tidak dapat dilakukan.
Monitoring dan penelusuran kasus kematian ibu dan anak terus dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan, pihak Rumah Sakit dan unit PMI Kabupaten Bulukumba.
Upaya ini dilakukan guna memastikan bahwa pemerintah telah berbuat banyak. Kebijakan dan anggaran untuk kesehatan ibu dan anak diusulkan setiap tahunnya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.
Forum CSR-Kesos Sulsel dalam kesempatan kali ini memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi di kabupaten Bulukumba terkait penanganan kematian Ibu dan Anak.
Menurut Ketua Forum CSR, Bachnar B. Abdullah, bahwa permasalahan yang dihadapi di Bulukumba membutuhkan komitmen bersama, dan forum CSR menjadi bagian dari wujud komitmen badan usaha/perusahaan untuk terlibat secara etika serta berkontribusi pikiran dan dana dalam meningkatkan derajat Kesehatan Ibu dan anak.
Sementara, terkait alur dan mekanisme pendanaan CSR untuk kegiatan kesehatan disampaikan sekretaris umum Forum CSR Kesos Sulsel, A. Ervan Burhanuddin yang juga praktisi bidang Community Development menegasan, bahwa membangun Kemitraan CSR harus dibangun dalam 3 pilar, yakni pemerintah, swasta dan masyarakat.
“Butuh penghubung yang selanjutnya kami sebut sebagai Jembatan Tripartit. Upaya besar ini harus saling berhubungan, namun yang terpenting bukan jembatannya”
“Tapi bagaimana cara agar kita melangkah bersama dalam keseimbangan posisi, peran, dan kekuatan masing-masing, hingga akhirnya goal-tujuan mulia kita terpacapai yaitu penurunan angka kematian ibu dan anak baru lahir,” papar A. Ervan.
Usai paparan dari nara sumber, selanjutnya acara dibagi dalam 3 kelompok Diskusi, agar diperoleh gambaran komitmen dan langkah-langkah akselerasi dalam pencapaian tujuan.
Melalui Gerakan 1000 Pendonor dan program 1 ibu hamil, 4 Pendonor, merupakan solusi lokal yang sangat dibutuhkan masyarakat Bulukumba saat ini, melalui fasilitasi program USAID Jalin serta dukungan seluruh elemen dari pemerintah, swasta dan masyarakat agar kampanye berdonor terus dilakukan hingga lapisan tingkat desa.
Dukungan fasilitas layanan kesehatan, SDM dan dukungan pendanaan sektor swasta sangat diperlukan agar terbentuk formulasi yang tepat dan bersolusi sekaligus menjadi tekad dan spirit bersama seluruh masyarakat Bulukumba menuju Kesehatan yang paripurna. (*/D42mn)













