VIDEO – Sejumlah negara-negara di seluruh dunia telah menerapkan langkah-langkah untuk memperlambat penyebaran virus corona Covid-19. Langkah tersebut dilakukan dikarenakan meluasnya penyebaran pandemi Virus Corona COVID-19 yang kini telah menyebar ke lebih dari 114 negara.
Langkah itu mulai dari isolasi kota hingga memberlakukan lockdown diseluruh negaranya.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara resmi menyatakan corona sebagai wabah pandemi, dan telah menyerukan semua negara untuk melanjutkan upaya yang efektif dalam membatasi jumlah kasus dan memperlambat penyebaran virus.
Di Indonesia,Penyebaran virus corona atau Covid-19 di terus meluas. 8 Daerah di Indonesia telah menemukan kasus positif covid 19.
Per 15 Maret sudah 117 orang yang positif corona, 8 orang sembuh dan 5 orang meninngal.
Keganasan Virus coronapun sudah sampai ke kalangan pejabat negara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 14 maret kemarin.
Tak ingin kasus positif terus bertambah, pemerintah daerah hingga pusat pun mulai menerapkan kebijakan beraktivitas dan bekerja di rumah. Kebijakan mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lantas mengapa Pemerintah belum memutuskan melakukan Lock down ke daerah yang sudah terdapat paparan corona…?
Pemerintah berada dalam dilema, antara menyelamatkan rakyat atau menyelatkan ekonomi nasional yang juga akan berdapak besar terhadap masyarakat indonesia.
Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi bisnis nasional menjadi daerah terbanyak paparan virus Corona, jika jakarta di lock down maka dipastikan semua aktivitas ekonomi bisnis secara nasional akan terhambat.
Menanggapi perkembangan ini, Ekonom Indef Bhima Yudisthira mengatakan, jika keadaan memburuk dan DKI Jakarta menerapkan lockdown, hal ini berpotensi membuat Indonesia mengalami krisis.
Hal ini sulit dihindari mengingat 70% uang berputar di Jakarta dan juga menyumbang 20% angka inflasi nasional. Kalau barang langka di Jakarta dan berujung pada kenaikan harga secara lokal, maka angka inflasi nasional bisa saja terkerek hingga 6%.
Jika pemerintah kurang siap dalam melockdown, bisa saja terjadi krisis ekonomi yang berujung pada penderitaan rakyat kecil. Harga barang dan kebutuhan pokok akan melonjak tajam karena produksi berkurang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Kepala BNPB Doni Monardo, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, untuk membicarakan opsi melakukan lockdown di Jakarta jika masyarakat tidak mematuhi untuk menurangi aktivitas diluar rumah.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga siap menggelontorkan anggaran kesehatan sebesar Rp 1 triliun untuk menangani penyebaran virus korona (COVID-19).
Alokasi dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan logistik, sarana dan prasarana, dukungan instansi kesehatan, tes laboratorium, dan sebagainya.
Wacana yang mengemuka dan kian menguat saat ini adalah rencana lock down pada daerah yang dinyatakan telah terpapar. Tentu dengan berbagai pandangan baik pro atau kontra.
Pro-kontra adalah hal yang lazim dalam sebuah kebijakan. Jangan sampai menyesal seperti Italia, yang merasa terlambat menangani Covid-19 hingga harus menewaskan seribuan orang warganya dalam waktu yang relatif singkat.
Sejalan dengan langkah yang nantinya akan diambil pemerintah, edukasi kepada masyarakat harus terus dijalankan secara masif. Media-media massa dan para youtuber yang memiliki pengikut banyak diharapkan dapat mengambil peran ini.
Menampilkan infografis-infografis yang mudah dipahami awam, Informasi rumah sakit yang dapat dituju, pengobatan, yang perlu dilakukan ketika wilayah di-lock down, dan lain sebagainya.
Virus corona membuat negara negara didunia dilema, antara menyelamatkan nyawa manusia atau menyelamatkan ekonomi yang juga berdapak besar bagi masyarakat. [*]













