MAKASSAR—Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar melarang penjual jajanan mangkal di luar area sekolah sebagai langkah pencegahan penyakit hepatitis misterius.
“Oh, iya jelas (dilarang penjual jajanan di luar sekolah). Kami minta juga itu. Tapi kami minta bantuan dari luar, karena inikan yang dalam internal di dalam itu tidak ada (aktivitas jajan di sekolah),” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin belum lama ini.
Para siswa dilarang beraktivitas di luar sekolah. Makanya, pihak sekolah diminta menutup pagar sekolah selama jam pembelajaran berlangsung.
“Saya sudah minta tidak boleh ada anak keluar itu pintu pagar ditutup. Meski itu menunggu penjemputan, itu harus disterilkan karena yang kami khawatirkan menjaga anak-anak di luar,” sebut dia.
Dia berharap bantuan Satpol PP Makassar turut membantu menertibkan penjual jajanan hingga asongan di luar area sekolah. Antisipasi penyebaran penyakit hepatitis misterius perlu dikolaborasikan.
“Begitu mereka (Satpol PP) lihat (pedagang asongan) langsung ditindak dan itu sudah jalan,” paparnya.
Kebijakan ini diharap bisa menjadi antisipasi dini mencegah penularan hepatitis misterius. Meski kasusnya belum sampai di Kota Makassar.
“Yang kami khawatirkan itu untuk membeli jajanan sembarang. Inikan sumbernya dari makanan,” ucap Muhyiddin.
Selain itu pihaknya juga sudah lebih dulu melarang aktivitas kantin di sekolah. Hal ini sudah dilakukan sekaligus sebagai pencegahan penularan COVID-19 di tengah pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD-SMP di Kota Makassar.
“Kantin tidak buka selama proses pelajaran penuh dari sekolah,” tegasnya. (*)













