Akibat Corona, Resepsi Pernikahan
Suasana Dusun Cilibbo, Desa Mattirowalie, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

BULUKUMBA – Penyebaran wabah Corona berdampak pada semua sendi kehidupan. Salah satu di antaranya yang merasakan efek itu adalah warga masyarakat di Dusun Cilibbo Desa Mattirowalie, Kecamatan Kindang, menggelar prosesi pernikahan secara sederhana.

Prosesi pelaksanaan dilaksanakan hanya sehari, padahal ketika kondisi normal waktu paling ramai adalah dua hari, saat akad nikah dan saat walimah.

Namun karena pendemi Corona, maka waktunya hanya sehari dengan menggabungkan pelaksanaan akad nikah dan walimah hanya satu hari.

Saat kondisi normal, biasanya kalau ada warga gelar pesta, jalan poros depan rumah tempat acara perkawinan ditutup, tetapi kali ini jalanan tidak ditutup.

Selain itu, ketika pesta pernikahan digelar di hari yang normal, setelah prosesi pesta pernikahan, keluarga yang punya hajatan ramai-ramai ke aliran sungai di dusun itu mencuci bersama karpet. Tetapi dua acara pernikahan itu, tradisi cuci karpet tidak ada lagi.

Suasana dusun ini sejak pendemi Corona terasa sangat sepi aktivitas warga membatasi diri untuk keluar rumah karena corona.

Jalanan poros pada dusun ini juga sangat terasa lengang karena tidak ada bunyi dan deru kendaraan mobil dan motor pengguna jalan raya. (*)