PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • DPR dan Pemerintah Godok RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, UU 13/2003 Dinilai Usang • Menghapus Bullying: Menyelamatkan Generasi • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Adik Berhasil Meraih Gelar Sarjana, Mendahului Sang Kakak • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • DPR dan Pemerintah Godok RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, UU 13/2003 Dinilai Usang • Menghapus Bullying: Menyelamatkan Generasi • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Adik Berhasil Meraih Gelar Sarjana, Mendahului Sang Kakak • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo •
Media Kampus

Anak Kompleks Kusta Jongaya Unjuk Bakat dalam Program “Yay We Did It” PKM-PM Unhas

877
×

Anak Kompleks Kusta Jongaya Unjuk Bakat dalam Program “Yay We Did It” PKM-PM Unhas

Sebarkan artikel ini
Anak Kompleks Kusta Jongaya Unjuk Bakat dalam Program “Yay We Did It” PKM-PM Unhas
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar program akhir bertajuk “Yay We Did It” di Posyandu Kompleks Kusta Jongaya, Makassar, Minggu (28/09/2025).

MAKASSAR—Tawa riang dan tepuk tangan pecah di Posyandu Kompleks Kusta Jongaya, Makassar, Minggu (28/9/2025). Anak-anak yang selama ini hidup dalam bayang-bayang stigma tampil berani di panggung, membacakan puisi, bernyanyi, hingga mementaskan drama.

Semua itu tersaji dalam acara penutup “Yay We Did It” yang digelar Tim PKM-PM Universitas Hasanuddin (Unhas), menjadi simbol bahwa mereka mampu melampaui rasa takut dan percaya diri menunjukkan bakatnya.

Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari rangkaian program “Surat Kecil untuk Tuhan”, yang berfokus pada penghapusan stigma serta pembangunan kesejahteraan emosional anak-anak di kompleks kusta.

Tidak hanya pentas seni, kegiatan juga diramaikan pameran hasil karya kerajinan tangan anak-anak, mulai dari tempat pensil, gantungan kunci, hingga produk daur ulang sampah yang kreatif dan ramah lingkungan.

Ketua tim PKM-PM, Nursyafira Zahra, mahasiswa Fakultas Keperawatan Unhas, menjelaskan kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap stigma negatif yang kerap membelenggu anak-anak.

“Sering kali mereka merasa tertutup dan kehilangan kepercayaan diri. Padahal, mereka sama seperti kita, memiliki mimpi dan potensi besar,” ujarnya.

Program ini digerakkan lintas fakultas bersama Nursyafira, yakni Fadel Amal Huwaid, Muh. Syafiq Fahrezi, Dzikom Puspitaningrum, dan Devlin Arvael Mardianto. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Ketua PerMaTa Nasional, Al-Qadri, yang hadir sebagai narasumber.

Dalam kisahnya, Al-Qadri membagikan pengalaman pahit akibat diskriminasi: putus sekolah, terpisah dari keluarga, hingga kesulitan mencari pekerjaan. “Sekarang pengobatan kusta sudah ada. Jangan biarkan stigma menjadi penghalang masa depan anak-anak ini,” tegasnya.

Puncak acara menghadirkan drama singkat tentang perjalanan anak-anak menghadapi stigma dan menemukan kekuatan diri. Selain itu, ditampilkan pula produk usaha kecil hasil pelatihan kewirausahaan, sebagai bukti bahwa kreativitas mereka mampu membuka peluang baru.

Kemudian kegiatan ditutup dengan Jar of Hope, sebuah momen simbolis ketika anak-anak menuliskan harapan mereka dalam surat kecil untuk masa depan. Dari situ lahir tekad bersama untuk membangun citra baru Kompleks Kusta sebagai tempat tumbuhnya generasi muda yang kreatif, berdaya, dan berprestasi.

“Harapan kami, anak-anak bisa merasa aman untuk berbicara tanpa rasa rendah diri, dan masyarakat dapat memandang mereka dengan empati, bukan stigma. Karena sejatinya mereka sama seperti kita,” tutup Nursyafira. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com