MAKASSAR—Mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid-19 selama libur natal dan tahun baru (Nataru). Pemprov Sulsel bersama semua stakeholder terkait akan melakukan rundown cek tes antigen bagi penumpang maupun sopir.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Arafah mengemukakan, sebelum berlaku aturan Nataru tanggal 24 Desember sampai 2 Januari, Plt Gubernur Sulsel menginstruksikan untuk melakukan penataan awal kondisi penumpang.
“Sebelum aturan tersebut, pak gubernur menginstruksikan untuk melakukan penataan awal kondisi penumpang. Termasuk adanya rundown cek tes antigen di bandara mulai tanggal 19 sampai 23 desember,” ungkap Arafah saat ditemui di kantor Gubernur Sulsel Senin (13/12/2021) kemarin.
Arafah menyebutkan telah melakukan rapat bersama Dinas Kesehatan dan stakeholder bandara untuk melakukan hal ini.
“Kita tadi sudah rapat bersama kadis kesehatan dan stekholder bandara untuk melakukan rundown tes antigen bahkan ada surat edaran terakhir keluar mulai tanggal 24 Desember sampai 2 Januari, syarat harus dua kali vaksin,” sebutnya.
“Dan sampel tes antigen antara 100 sampai 150 orang di bandara, kalau pelabuhan tidak banyak penumpang sehingga hanya di bandara karena biasanya pergerakan penumpang antara 24 ribu sampai 27 ribu orang,” sambungnya.
Muhammad Arafah juga mengaku untuk perjalanan darat akan dilakukan rundown tes antigen. “Kita tidak boleh lakukan penyekatan, yang ada hanya edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes), termasuk rundown tes kita lakukan diperjalanan,” ujarnya.
“Misalnya, tiba-tiba kendaraan diberhentikan kemudian di tes antigen penumpang maupun sopirnya dan di cek vaksinnya kalau baru vaksin satu harus divaksin kedua dulu baru bisa jalan, karena kalau baru satu kali tidak bisa, itu sesuai surat edaran satgas covid nomor 24 tahun 2021 yang terbaru berlaku tanggal 24 Desember sampai 2 Januari,” jelasnya.
Lebih jauh ia menambahkan, untuk posko didarat seperti tahun lalu ada disimpang lima bandara dan perbatasan Gowa kemudian di Bandara dan Pelabuhan masing-masing siapkan.
“Ada posko bersama seperti tahun lalu di simpang lima dan perbatasan gowa untuk posko pengamatan dan monitoring kemudian kalau di bandara dan pelabuhan masing-masing siapkan posko jadi kita gabung mereka,” pungkasnya. (*)













