MEDIASULSEL.com,- Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menyiapkan lebih dari 2.500 personel untuk mengamankan jalannya aksi 313 pada Jumat, (31/3/2017).
Pihak Mabes Polri juga telah mengantisipasi aksi tersebut agar tidak mengarah pada tindakan anarkis sehingga terjadi potensi penyusupan ancaman teroris.
Kepala Divisi Humas Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri telah dikerahkan untuk melakukan deteksi dini aksi 313 sebagai antisipasi ancaman teroris.
“Kalau diduga ada penyusupan teror dan sebagainya, itu juga yang kita lakukan antisipasi. Sudah dilakukan oleh tim Densus 88. Jadi sudah ada kegiatan yang sifatnya deteksi dini terhadap potensi kerawanan teror. Jadi kegiatan pengamanan yang sifatnya langsung itu berjalan, dan juga kegiatan deteksi dini yang mendatangkan penyelidikan ancaman teror itu juga berjalan,” kata Kepala Divisi Humas Irjen Boy Rafli Amar.
Forum Umat Islam (FUI) akan melakukan aksi demonstrasi pada Jumat (31/3) atau Aksi 313 ke Istana Negara.
Sementara itu, Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath memastikan aksi itu akan berjalan dengan tertib dan damai. Mereka meminta agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dicopot sebagai Gubernur DKI Jakarta lantaran menyandang status sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.
Aksi 313 rencananya diisi dengan shalat Jumat di Masjid Istiqlal dan penyampaian tuntutan di depan Istana Negara.
Aksi serupa pernah dilakukan pada 4 November 2016 atau dikenal dengan demo 411, dan aksi yang dilakukan pada 2 Desember 2016 yang kemudian dikenal dengan aksi 212 yang dimotori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang dipimpin oleh Bachtiar Nasir dan Rizieq Shihab. (voa/4ld)













