PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Djuhandhani Pamit Setelah 11 Bulan Bertugas di Sulsel • Warga Terdampak Gempa NTT Dapat 78 Paket Pelatihan Vokasi • Antisipasi Banjir, Lurah Bontoa dan Warga Bersihkan Saluran Air • Tarakan Belajar PAUD HI ke Makassar, Tiru Praktik Kota Layak Anak • Nilai Siswa Jangan Berhenti di Rapor, Guru Gowa Diajak Baca Data untuk Bongkar Masalah Pembelajaran • Kasus 600 Zak Pupuk Subsidi di Bone, Belum Ada Tersangka • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Djuhandhani Pamit Setelah 11 Bulan Bertugas di Sulsel • Warga Terdampak Gempa NTT Dapat 78 Paket Pelatihan Vokasi • Antisipasi Banjir, Lurah Bontoa dan Warga Bersihkan Saluran Air • Tarakan Belajar PAUD HI ke Makassar, Tiru Praktik Kota Layak Anak • Nilai Siswa Jangan Berhenti di Rapor, Guru Gowa Diajak Baca Data untuk Bongkar Masalah Pembelajaran • Kasus 600 Zak Pupuk Subsidi di Bone, Belum Ada Tersangka •
HukumPeristiwa

Densus 88 Antiteror Tembak Mati, Dua Terduga Teroris di Tanjungbalai

1070
×

Densus 88 Antiteror Tembak Mati, Dua Terduga Teroris di Tanjungbalai

Sebarkan artikel ini
Densus 88 Antiteror
Penggeledahan di rumah terduga teroris di Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut). (Foto: istimewa)

TANJUNGBALAI, SUMUT – Dua terduga teroris berinisial RI (26), dan AD (23) ditembak mati oleh Densus 88 Antiteror di Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjunbalai, Sumatera Utara (Sumut).

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, kedua warga Tanjungbalai itu tewas usai mencoba kabur dan memberikan perlawanan terhadap petugas pada saat ditangkap, Kamis (18/10/2018) kemarin.

“Tersangka yang meninggal dunia karena saat dilakukan penindakan dua pelaku ini melakukan penyerangan kepada petugas menggunakan senjata api dan senjata tajam,” kata Agus di Tanjungbalai, Jumat (19/10).

Lanjut Kapolda Sumut, AD tewas dilokasi kejadian, sedangkan RI meninggal dunia saat akan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kedua terduga teroris itu tewas setelah mengalamiluka tembak yang dilakukan oleh personil kepolisian pada saat penangkapan. Kemudian, polisi juga menyita barang bukti, termasuk bahan peledak.

“Barang bukti yang dapat kami sita dari pelaku adalah satu buah senjata api rakitan, sebuah selongsong peluru yang sudah diledakkan. Kemudian 20 butir peluru sisa, dan satu senjata tajam serta lima kontainer (kotak) yang berisi bahan peledak,” sebutnya.

Penangkapan kedua terduga teroris itu berawal dari laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas keduanya. Atas aduan dari masyarakat, petugas kemudian melakukan penangkapan yang berujung pada tewasnya kedua terduga teroris itu.

“Masyarakat yang menemukan dan memberikan petunjuk kepada petugas tentang keberadaan para pelaku. Akhirnya, pelaku bisa dilumpuhkankarena, melakukan perlawanan sehingga dilakukan penindakan tegas,” beber Agus.

Tidak hanya sampai di situ, petugas kepolisian kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumahke-dua terduga terorisyang tidak jauh dari lokasi penembakan yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror terhadap AD dan IR.

“Pada saat dilakukan pengeledahan di rumah pelaku, ditemukan tiga rompi dan tujuh kontainer yang berisi bahan peledak serta paku, termasuk serbuk-serbuk bahan pembuatan bom rakitan. Ini berhasil kita temukan dalam pengembangan kita,” ungkap Agus.

Kedua terduga diketahui merupakan anggota kelompok salah seorang terduga teroris bernama Saiful yang telah ditangkap oleh Densus 88 pada Mei 2018 lalu.

Selanjutnya, jenazah AD dan IR ‎dibawa dari rumah sakit setempat di Kota Tanjungbalai ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk keperluan autopsi.

“Ini merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO). Sasaran mereka oknum polri, vihara, dan objek objek lain,” pungkas Inspektur Jenderal (Pol) Agus Andrianto. [VOA/shar]

Densus 88 Antiteror
Penggeledahan di rumah terduga teroris di Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut). (Foto: istimewa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com