Beranda » Kriminal » Sempat Kabur, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Driver Ojol di Ablam
Sempat Kabur, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Driver Ojol di Ablam
Polrestabes Makassar ungkap kasus penganiayaan driver ojek online (Ojol) yang membunuh korbannya. (Foto: Dok)
Kriminal

Sempat Kabur, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Driver Ojol di Ablam

MAKASSAR – Jajaran Polrestabes Makassar berhasil mengungkap kasus penganiayaan hingga korban meninggal dunia terjadi pada Minggu (14/10/2018) di Jl. Abubakar Lambogo, Makassar.

Korban bernama Irianto berusia 50 tahun merupakan pengemudi ojek online (ojol) adalah warga Kecamatan Makassar, korban meninggal dunia akibat luka tusukan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si mengungkapkan, sebelum meninggal korban pada saat itu sempat menyampaikan kepada saksi bahwa dirinya telah ditusuk oleh seorang pengemudi ojek online.

“Korban dirawat di Rumah Sakit Pelamonia yang akhirnya meninggal dunia akibat luka tusuk yang mengenai organ vital di dada sebelah kiri”, ungkap Kompol Wirdhanto, dalam konfrensi pers di Mako Polrestabes Makassar, Jumat (19/10/2018).

Dari kejadian tersebut tim gabungan yang dibentuk terdiri dari Polda Sulsel, Polrestabes Makassar dan Polsek Makassar melakukan penyelidikan. Alhasil akhirnya mengetahui identitas tersangka penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.

Lelaki berinisial TH (25) warga Kecamatan Makassar adalah tersangka penganiayaan yang menyebabkan kematian korban. Pelaku ditangkap dan diamankan di Polrestabes Makassar.

Sebelum ditangkap, TH sempat melarikan diri. Karena mengetahui beredar di media, pelaku pembunuhan merupakan driver ojek online, TH langsung menyelamatkan diri meninggalkan Makassar.

“TH melarikan diri ke rumah pamannya di Takalar, lalu dengan menggunakan kapal air, TH pergi ke Tarakan, Kalimantan Utara”, ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.

Diketahui, kejadian tersebut diawali ketika antara korban dan pelaku yang masing-masing mengendarai sepeda motor bertabrakan dan saling cek-cok. Lebih lanjut, setelah cek-cok, TH naik pitam dan mengeluarkan senjata tajam jenis gunting dan menusukkannya sebanyak satu kali ke dada sebelah kiri korban.

Kini TH bersama barang bukti berupa gunting yang digunakan pelaku menusuk korban, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian serta helm telah berada di Mapolrestabes Makassar.

Tersangka dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman 7 tahun pidana penjara. [*/shar]