Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Taman Makam Pahlawan Makassar, Minggu malam, 16 Agustus 2020.

MAKASSAR – Rangkaian HUT RI Ke-75 Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Taman Makam Pahlawan Makassar, Minggu malam, 16 Agustus 2020.

“Peringatan HUT RI diperingati sebagai puncak dari seluruh perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan yang sekaligus menjadi momentum landasan semangat juang yang tinggi. Termasuk diantaranya dalam menghadapi pandemi covid-19 yang melanda,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menyebutkan Perjuangan seluruh rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan harus terus dikobarkan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Semangat juang ini harus terus dikobarkan dalam mengisi kemerdekaan ini dengan berkontribusi memajukan bangsa dan negara sesuai dengan keahlian masing-masing,”Sebutnya.

Sementara itu Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) mengatakan perjuangan para pahlawan adalah perjuangan yang akan terus dilanjutkan. Termasuk jalan kebaktian untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Kehadiran para peserta untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur. Sekaligus kami bersumpah dan berjanji bahwa perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami pula. Dan jalan kebaktian yang ditempuh adalah jalan bagi kami juga,” ungkapnya.

Ia mendoakan agar arwah para pejuanng bangsa diterima ditempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami berdoa arwah Para pahlawan dan saudara-saudara diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan tempat yang sewajarnya,” pungksnya.

Upacara Renungan Suci Proklamasi Kemerdekaan RI, diawali penghormatan arwah pahlawan dengan hormat senjata dan pembacaan naskah renungan.

Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Kapolda Sulsel, Kejati Sulselbar, Pangdam XIV Hasanuddin Makassar, serta Anggota TNI Polri sebanyak 1.711 orang, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 71 orang, Pejuang Rakyat 284 orang. (*)