PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • Andi Sudirman Ingin Pelatihan Vokasi Sulsel Berujung Lapangan Kerja • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • Andi Sudirman Ingin Pelatihan Vokasi Sulsel Berujung Lapangan Kerja • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding •
Maros

Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah di Tanadidi dan Bontolabbu, Petani Maros Terancam Merugi

1280
×

Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah di Tanadidi dan Bontolabbu, Petani Maros Terancam Merugi

Sebarkan artikel ini
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah di Tanadidi dan Bontolabbu, Petani Maros Terancam Merugi
Ribuan hektar sawah di Dusun Tanadidi dan Bontolabbu, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari terakhir. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore (21/12/2024) dan menimbulkan kerugian bagi para petani. (Anshar Tomaru/Mediasulsel.com)

MAROS—Ribuan hektar sawah di Dusun Tanadidi dan Bontolabbu, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari terakhir. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore (21/12/2024) dan menimbulkan kerugian bagi para petani.

Seorang petani setempat mengungkapkan keputusasaannya. “Kami baru saja menanam padi, tetapi banjir datang. Kalau seperti ini, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya pasrah.

Banjir juga memaksa warga mengevakuasi kendaraan pribadi serta ternak ke tempat lebih tinggi, seperti masjid setempat. Ketinggian air yang terus meningkat membuat warga khawatir banjir akan meluas hingga merendam permukiman.

Minimnya infrastruktur ditambah perubahan pola cuaca yang ekstrem disebut-sebut memperburuk kondisi. Banjir semacam ini hampir selalu terjadi setiap musim hujan di wilayah ini, namun penanganan yang berkelanjutan belum terlihat.

Ribuan hektar sawah di Dusun Tanadidi dan Bontolabbu, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari terakhir. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore (21/12/2024) dan menimbulkan kerugian bagi para petani. (Anshar Tomaru/Mediasulsel.com)
Ribuan hektar sawah di Dusun Tanadidi dan Bontolabbu, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari terakhir. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore (21/12/2024) dan menimbulkan kerugian bagi para petani. (Anshar Tomaru/Mediasulsel.com)

Selain merendam sawah, banjir juga menggenangi pasar tradisional Pakalu dan Kantor Pos Bantimurung di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung. Sejumlah pedagang terpaksa memindahkan barang dagangan mereka ke tempat yang lebih aman. Sampah yang terbawa aliran air turut memperparah kerusakan dan memperburuk kebersihan lingkungan. (*)

Pos Bantimurung
Kantor Pos Bantimurung. (Anshar Tomaru/Mediasulsel.com)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com