Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Opini

Belajar Dari Kasus Bayi Minum Kopi Instan Demi Konten

1353
×

Belajar Dari Kasus Bayi Minum Kopi Instan Demi Konten

Sebarkan artikel ini
Belajar Dari Kasus Bayi Minum Kopi Instan Demi Konten
dr. Airah Amir (Dokter Umum & Pemerhati Kesehatan Masyarakat

OPINI—Teknologi digital sudah begitu pesat. Berbagai kemudahan hidup diperoleh dari teknologi tersebut. Hanya saja ia ibarat mata pisau, punya sisi baik dan buruk. Mendapat cuan dengan memanfaatkan media sosial misalnya, jamak dilakukan di era kemajuan teknologi saat ini.

Sayangnya, ada pembuat konten justru mengeksploitasi bayi dengan memberikan kopi instan, seperti yang baru saja terjadi di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulsel membenarkan Tim UPT PPA sudah melakukan koordinasi dengan DP3A Gowa serta telah mengunjungi keluarga tersebut dan akan melakukan pendampingan. (suarasulsel.id)

Kepolisian Resor Gowa dalam jumpa persnya pada hari Rabu (25/1/2023) menyampaikan telah melakukan pemeriksaan kepada ibu dari bayi tersebut, termasuk untuk melakukan pengecekan kesehatan sebab ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan di suatu kos-kosan.

Diketahui Ibu bayi bekerja sebagai pramusaji di warung sari laut di kabupaten Gowa dengan gaji hanya 80 ribu sekali bekerja yang hanya cukup untuk beli susu kental manis dan sisanya ditabung untuk bayar kos-kosan.

Sedangkan Ibu bayi dalam pengakuannya melakukan live di TikTok hanya untuk konten dengan tujuan mendapatkan gift dari penonton. Platform TikTok memang memberikan peluang besar bagi konten kreator untuk meminta-minta gift yang membuat penonton merasa iba untuk memberikan gift.

Para konten kreator pun merasa seperti diberi panggung yang membuat mereka menjadi sulit berhenti karena mudah mendapatkan cuan dengan jalan yang relatif mudah dengan alibi dibanding mencopet atau meminta di jalanan.

Dan akibat tuntutan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sementara keadaan ekonomi yang tidak mendukung membuat banyak orang mengambil jalan pintas dengan cara mengemis gift seperti kasus di atas. Bahwa keadaan ini menunjukkan apapun dilakukan untuk meraih keuntungan materi.

 

Pentingnya ASI

Informasi yang beredar menyebutkan alasan lain Ibu tersebut memberikan kopi instan kepada bayinya yang berusia 7 bulan adalah karena adanya kandungan susu pada kopi instan dibanding memberikan susu kental manis yang sebenarnya tidak mengandung susu. Lantas sebenarnya bagaimanakah jenis makanan yng tepat untuk bayi dibawah usia 2 tahun?

Susu yang terdapat pada kopi instan maupun susu kental manis tentu saja bukan makanan yang tepat bagi bayi. ASI ekslusif hingga 6 bulan dan dapat dilanjutkan hingga 2 tahun-lah yang terbaik disamping pemberian MPASI pada usia 6 bulan. Tetapi fakta yang ada justru memprihatinkan.

Kementerian Kesehatan mencatat Januari-Juni tahun 2022 terdapat 302.746 bayi yang mendapat ASI ekslusif tetapi jumlah bayi yang di-recall untuk pemberian ASI justru lebih banyak yaitu 458.596 bayi. Sedangkan pada tahun 2021 terdapat hanya 52,5 persen dari 2,3 juta bayi berusia 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif. (mediaIndonesia.com)

Data diatas lantas menimbulkan pertanyaan, mengapa masih banyak Ibu yang tidak memberikan ASI, utamanya ASI eksklusif kepada bayinya? Padahal ASI adalah sumber nutrisi yang paling seimbang dan lengkap. ASI mengandung zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Karbohidrat pada ASI terdiri dari laktosa yang selanjutnya akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem saraf dan otak. Protein pada ASI berbentuk molekul kecil yang mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi dan berperan dalam perkembangan sel-sel otak dan tubuh serta sistem kekebalan.

Sedangkan lemak pada ASI merupakan komponen terbanyak. Absorbsi lemak dibantu oleh enzim lipase yang terdapat pada system pencernaan. Komposisi lemak pada ASI meliputi asam linolenat omega 3, asam linoleat omega 6, DHA dan EPA yang keseluruhan komposisi ini berperan dalam perkembangan sel-sel otak bayi. Komposisi ASI yang lain adalah vitamin A, vitamin C dan D, zat besi, fluor, dan kalsium.

Fungsi ASI berikutnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit serta memberikan kenyamanan pada bayi sebab anak yang disusui pada saat awal kelahirannya akan membentuk ikatan yang kuat antara Ibu dan anak yang kelak akan membentuk anak menjadi pribadi yang percaya diri.

Hal yang paling utama adalah Ibu yang menyusui anaknya diampuni dosa yang telah lalu dan mendapat kemuliaan dari Allah SWT.

Dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 233 :

ā€œDan Ibu-Ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selam dua tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang Ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang (ayah) menderita karena anaknya. Ahli waris pun berkewajiban seperti itu.

Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya,maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakanā€.

Begitu banyaknya manfaat ASI yang bayi peroleh. Lantas masihkah memberikan makanan dan minuman yang tak layak bagi mereka?, apalagi demi tujuan konten untuk mendapatkan uang?. (*)

 

Penulis

dr. Airah Amir (Dokter Umum dan Pemerhati Kesehatan Masyarakat

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Fitri Suryani, S. Pd. (Freelance Writer)
Opini

OPINI—Agresi militer yang dilakukan Israel terhadap Palestina, nampak belum ada akhirnya, walau telah berulang kali melakukan gencatan senjata. Sebagaimana belum lama ini, militer Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan…

Mansyuriah, S.S
Opini

OPINI—Berita tentang meninggalnya YBR, siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur, sungguh menampar nurani kita bersama. Seorang anak berusia 10 tahun, yang seharusnya sibuk belajar membaca…

Amerika Berlindung di Balik ā€œBoard of Peaceā€
Opini

OPINI—Palestina hingga hari ini masih berada dalam bayang-bayang kehancuran. Serangan Israel terus meluluhlantakkan Jalur Gaza, menghancurkan permukiman, fasilitas publik, dan merenggut nyawa warga sipil tanpa pandang usia maupun jenis kelamin….

Dr. Suryani Syahrir, S.T., M.T. (Dosen Teknik Sipil dan Pemerhati Sosial)
Opini

OPINI—Banjir dan longsor masih melanda di hampir semua wilayah Indonesia. Setelah bencana banjir bandang menerpa Sumut, Sumbar, dan Aceh, wilayah lain pun ditimpa bencana serupa. Hujan dan angin kencang menyebabkan…

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com