OPINI—Persoalan pemenuhan kebutuhan minyak goreng hingga hari ini tak kunjung usai. Mulai dari kelangkaan hingga tidak stabilnya harga minyak goreng dan kini rakyat harus dihadapkan pada kenyataan pembelian minyak goreng (Migor) curah dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.
Di tengah melonjaknya harga minyak goreng kemasan, maka rakyat beralih ke minyak curah yang harganya ramah di kantong. Sebagaimana diketahui bahwa harga minyak goreng kemasan 1 liter saat ini berada dikisaran Rp21 ribu hingga Rp25 ribuan. Sementara harga minyak goreng kemasan 2 liter berada dikisaran harga Rp39 ribu hingga Rp51 ribuan.
Melihat fakta ini, agar tepat sasaran pendistribusian minyak goreng curah ini maka pemerintah menetapkan kewajiban pembelian minyak goreng curah melalui aplikasi Peduli Lindungi.
Dengan menggunakan aplikasi tersebut, masyarakat bisa membeli migor curah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg. Namun, pembelian dibatasi hanya 10 kilogram per NIK per hari. Jumlah tersebut dianggap pemerintah cukup untuk kebutuhan rumah tangga dan pengusaha kecil.
Namun, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai akan potensi masalah dalam penerapan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) dengan syarat Peduli Lindungi. Ini menyusul rencana sosialisasi yang akan dilakukan 27 Juni 2022.
Pertama, mengenai sasaran dari minyak goreng curah bersubsidi. Ia menyebut, misalnya ada 4 orang dalam satu keluarga tersebut, dan keempatnya bisa membeli MGCR sesuai syarat. Namun, tujuan distribusi juga akan jadi masalah lain.
Potensi masalah selanjutnya, kata Agus, sasaran MGCR, secara geografis tak hanya di perkotaan, tapi juga pedesaan. Ia menyoroti terkait data yang menunjukkan jumlah kepemilikan aplikasi atau smartphone di satu keluarga. Setelah itu, baru ditentukan skema yang tepat untuk penyalurannya. (liputan6.com, 24/06/2022)
Kebijakan ini mengundang beberapa reaksi dari masyarakat. Banyak yang keberatan dan merasa sulit dengan menggunakan aplikasi ini. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki smartphone. Bagaimana bisa memiliki aplikasi jika smartphone saja tak punya.












