PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak •
News

BNPT Sasar Kampus, Pagari Mahasiswa dari Terorisme

1106
×

BNPT Sasar Kampus, Pagari Mahasiswa dari Terorisme

Sebarkan artikel ini
BNPT Sasar Kampus Pagari Mahasiswa dari Terorisme 3

JAKARTA – Dialog Pelibatan Civitas Academica dalam Pencegahan Terorisme, Kamis (19/12/2019), kembali dilaksanakan oleh BNPT. Bertempat di Aula Hj. Zuleha, kampus Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), Jakarta Selatan, kegiatan ini bertujuan memagari mahasiswa dan seluruh pemangku kepentingan kampus dari terorisme.

Dialog di PTIQ dilaksanakan oleh BNPT dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta.

Hadir sebagai pemateri di kegiatan tersebut adalah Direktur Pencegahan BNPT, Brigadir Jenderal (Pol) Hamli, mantan anggota jaringan terorisme, Kurnia Widodo, dan sejumlah akdemisi dari PTIQ.

“Kegiatan ini merupakan cara bagaimana kalangan mahasiswa tidak terpengaruh dengan terorisme,” kata Ketua FKPT DKI Jakarta, Darwis M. Adji.

Mantan Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta tersebut mengatakan, upaya pencegahan terorisme memang gencar dilakukannya, untuk memastikan Jakarta yang merupakan barometer pembangunan nasional aman.

“Bersama Kesbangpol dan Pabinsar kami juga terus melaksanakan patroli di perkampungan, termasuk daerah-daerah di mana terdapat kos-kosan mahasiswa,” ujarnya.

Rektor PTIQ, Prof. Nasaruddin Umar, menyambut baik dilaksanakannya kegiatan diadlog di kampus yang dipimpinnya. Kegiatan ini diakuinya dapat meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang memang dituntut selalu baik.

“Orang-orang, di dalam dan luar negeri senang dengan lulusan PTIQ, banyak yang menjadi imam masjid-masjid besar di Indonesia. Kehadiran BNPT ini harus kita syukuri, karena kalian mahasiswa juga harus paham apa itu terorisme,” ungkap Prof. Nasar.

Pria yang juga menjabat imam besar masjid Istiqlal tersebut mengaku tidak khawatir dipilihnya PTIQ sebagai lokasi pencegahan terorisme akan mendidkreditkan Islam.

Sebaliknya, kegiatan seperti ini diharapkan mampu membuka mata sebagian pihak yang selama ini memandang miring Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan.

“Kita harus menjaga citra Islam, karena sudah banyak yang mencoreng Islam itu sendiri dengan istilah terorisme,” pungkas Prof. Nasar.

Sementara Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, di kesempatan yang sama berharap pelaksanaan dialog di PTIQ ini bisa menjadi bekal mahasiswa dalam membantu pemerintah mencegah tersebarluasnya paham radikal terorisme.

“Ada kecenderungan teroris di Indonesia memanipulasi teks keagamaan sebagai dalih pembenaran aksinya. Melalui kegiatan ini kami mengajak para ahli dan calon ahli ilmu Al-Quran ini untuk turut serta meluruskan pemahaman yang keliru itu,” jelas Andi Intang.

Selain di Jakarta, Dialog Pelibatan Civitas Academica dalam Pencegahan Terorisme juga dilaksanakan di sejumlah lokasi di sepanjang tahun 2019. Antara lain di Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Aceh, dan Sumatera Selatan. [*/shar]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com