MAKASSAR – Camat Manggala Ahmad menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya memilah sampah di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Ahmad saat menghadiri kegiatan Jelajah Sampah yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kompleks Bumi Antang Permai, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Minggu (12/7/2026).
Menurut Ahmad, saat ini Kecamatan Manggala telah memiliki satu Bank Sampah Sektoral dan 35 unit bank sampah aktif dengan jumlah nasabah lebih dari 1.000 orang. Keberadaan bank sampah tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga.
“Kami bersama para lurah serta ketua RT dan RW terus turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat agar budaya memilah sampah semakin tumbuh di lingkungan masing-masing,” ujar Ahmad.
Ia menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Karena itu, edukasi dan pembiasaan memilah sampah terus dilakukan secara berkelanjutan di setiap wilayah kelurahan.
Kegiatan Jelajah Sampah diawali dengan aksi plogging yang melibatkan seluruh peserta. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 17 kilogram sampah. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penimbangan sampah, talkshow, Gerakan Pangan Murah, pasar tani, pameran hasil urban farming, hingga kelas praktik dan workshop pengelolaan lingkungan.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa kegiatan di Kecamatan Manggala merupakan pelaksanaan keempat dari rangkaian Jelajah Sampah yang digelar di seluruh kecamatan di Kota Makassar. Program tersebut berlangsung mulai 27 Juni hingga 16 Agustus 2026.
Menurut Helmy, program ini menjadi gerakan edukatif sekaligus langkah nyata untuk memperkuat upaya mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029.
“Melalui Jelajah Makassar, masyarakat diajak untuk mengenal lebih dekat persoalan sampah di wilayahnya sekaligus mempelajari cara menjadi bagian dari solusinya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menilai Kecamatan Manggala memiliki posisi strategis dalam transformasi pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Ia berharap Manggala yang selama ini identik dengan keberadaan TPA dapat bertransformasi menjadi wilayah percontohan dalam pengelolaan dan pemilahan sampah.
“Manggala selama ini identik dengan TPA. Ke depan, saya berharap Manggala justru dikenal sebagai kecamatan yang menjadi percontohan dalam memilah sampah. Bukan lagi identik dengan bau dan kotor, tetapi menjadi simbol perubahan menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif,” tegasnya. (4R5/Ag4ys/4dv)













