MAKASSAR—Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi, S.STP., MM., menghadiri Rapat Koordinasi terkait penundaan penertiban lapak yang berdiri di atas drainase di kawasan Tembok Pertamina dan Pabrik Terigu, Kelurahan Ujung Tanah, pada Senin, (10/6/2024).
Rapat ini dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Andi Muh Yasir, M.Si., yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanahan, Sri Sulsilawati, M.Si., dan Kepala Bidang Pengadaan dan Pemanfaatan Tanah, Ismail Abdullah, S.STP.
Hadir pula sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan dari TNI/POLRI, Pertamina, Pabrik Terigu, Kejaksaan Negeri Makassar, Dinas Tata Ruang, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Lurah Ujung Tanah dan Lurah Tamalabba.
Dalam rapat tersebut, Asisten I, Andi Muh Yasir, menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk memastikan penertiban tidak berdampak negatif pada operasional kilang Pertamina yang ada di wilayah tersebut.
“Kita harus memastikan segala persiapan dilakukan dengan baik dan sempurna. Penertiban yang dilakukan nantinya tidak boleh mengganggu operasional kilang Pertamina maupun merusak kondusifitas wilayah,” ujar Andi Muh Yasir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan, Sri Sulsilawati, menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan terkait, dengan penekanan utama pada pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
“Kami sudah melakukan koordinasi bersama pimpinan, dan prioritas kami adalah menjaga kondusifitas wilayah agar masyarakat tetap merasa aman,” ungkap Sri Sulsilawati.
Rapat ini diadakan untuk menyusun langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan lapak yang berdiri di atas drainase tanpa mengesampingkan aspek sosial dan lingkungan. Diharapkan, dengan adanya koordinasi lintas instansi, penertiban yang direncanakan dapat berjalan lancar dan memberikan solusi terbaik bagi semua pihak. (*/4dv)













