PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah KencongKPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan NusronPrabowo Dijadwalkan ke Sulsel, Andi Sudirman Satukan Kekuatan TNI-Polri hingga Kepala DaerahBBM Langka, Listrik Padam: Penderitaan Warga Makassar Paket KomplitFH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokSwasembada Pangan di Bawah Sistem Kapitalisme: Harga Naik, Rakyat Kian TerhimpitPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah KencongKPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan NusronPrabowo Dijadwalkan ke Sulsel, Andi Sudirman Satukan Kekuatan TNI-Polri hingga Kepala DaerahBBM Langka, Listrik Padam: Penderitaan Warga Makassar Paket KomplitFH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokSwasembada Pangan di Bawah Sistem Kapitalisme: Harga Naik, Rakyat Kian Terhimpit
DKI Jakarta

Dari Istiqlal, Narasi Kepemimpinan Berbasis Nilai Mulai Dikonsolidasikan

111
×

Dari Istiqlal, Narasi Kepemimpinan Berbasis Nilai Mulai Dikonsolidasikan

Sebarkan artikel ini
Dari Istiqlal, Narasi Kepemimpinan Berbasis Nilai Mulai Dikonsolidasikan
Peluncuran buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal, Senin (6/4/2026), tak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum ini dibaca sebagai upaya mengonsolidasikan gagasan kepemimpinan publik berbasis nilai di tengah menguatnya kebutuhan akan figur teladan nasional.

JAKARTA—Peluncuran buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal, Senin (6/4/2026), tak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum ini dibaca sebagai upaya mengonsolidasikan gagasan kepemimpinan publik berbasis nilai di tengah menguatnya kebutuhan akan figur teladan nasional.

Buku yang mengangkat sosok Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, itu ditulis tim akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan diluncurkan melalui kolaborasi dengan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Masjid Istiqlal. Kolaborasi ini menandai pertemuan antara dunia kampus dan lembaga kaderisasi ulama dalam membangun wacana kepemimpinan berbasis keislaman moderat.

Tak berhenti pada narasi biografis, buku tersebut menawarkan refleksi lebih dalam tentang dimensi kepemimpinan, integritas, serta etika publik dalam perspektif keislaman dan kebangsaan. Di tengah sorotan terhadap krisis keteladanan di ruang publik, kehadiran buku ini menjadi relevan sebagai upaya menghadirkan model kepemimpinan yang berakar pada nilai moral dan spiritual.

Penulis utama, Mujiburrahman, menegaskan bahwa karya ini lahir dari perenungan panjang terhadap praktik kepemimpinan yang tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga kuat secara etis.

“Buku ini kami hadirkan bukan sekadar biografi, melainkan refleksi kepemimpinan yang bisa menjadi rujukan bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi pegangan bagi generasi muda, akademisi, hingga para pengambil kebijakan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

Sementara itu, Direktur PKU Masjid Istiqlal, Ahmad Thib Raya, menyebut peluncuran ini sebagai bagian dari penguatan tradisi intelektual Islam yang kontekstual.

“Ini bukan sekadar launching, tetapi ruang dialektika keilmuan. Kami ingin menghadirkan literasi kepemimpinan yang moderat dan relevan dengan tantangan zaman,” katanya.

Diskusi ilmiah yang menyertai peluncuran buku dijadwalkan menghadirkan akademisi, tokoh agama, dan publik intelektual, menjadikan forum ini sebagai ruang pertukaran gagasan lintas kalangan.

Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan dalam memperkuat arah kepemimpinan nasional yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan.

Dengan dibukanya acara untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga tokoh masyarakat, peluncuran buku ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya diskursus baru tentang kepemimpinan publik yang lebih beretika, inklusif, dan berorientasi pada nilai. (Cr/Ag4ys)


Citizen Reporter: Muh Aras Prabowo

Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com