MAKASSAR – Indonesia bersiap memperkuat posisinya sebagai pusat dialog Islam moderat dan diplomasi keagamaan dunia melalui penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. Forum internasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 itu akan mempertemukan imam dan tokoh agama dari berbagai negara dengan mengusung tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace.”
Konferensi yang digagas melalui jejaring Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi global untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat harmoni sosial, pembangunan peradaban, dan promosi perdamaian dunia.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan imam masjid memiliki posisi strategis dalam membentuk arah peradaban umat. Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang transformasi nilai dan pembentukan karakter masyarakat.
“Imam adalah moderator atau perantara manusia dengan Tuhannya, sementara masjid adalah meeting point pertemuan manusia dengan Tuhannya. Karena itu imam memiliki tanggung jawab besar menjaga nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan menghadirkan kasih sayang bagi seluruh umat manusia,” ujarnya dalam rangkaian konsolidasi jaringan imam yang digelar IPIM di Makassar, Sabtu (6/6/2026) lalu.
Nasaruddin menilai penguatan jaringan imam yang dilakukan di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya membangun fondasi sosial-keagamaan yang kuat, sekaligus menyiapkan Indonesia tampil di panggung internasional sebagai representasi Islam yang ramah dan inklusif.
“Kita ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghadirkan wajah Islam yang penuh kasih sayang. Indonesia akan tampil sebagai pusat peradaban dunia Islam modern dan membawa pesan perdamaian bagi masyarakat global,” katanya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee IGIC 2026 sekaligus pengurus pusat IPIM, M. Sabilul Alif, mengungkapkan persiapan konferensi telah dimulai melalui program “Bridging Road to IGIC 2026” yang digelar di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar sosialisasi, melainkan gerakan menyatukan visi para imam untuk memperkuat toleransi, moderasi beragama, dan persatuan masyarakat. Ia menegaskan imam saat ini tidak hanya berperan sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga agen pembangunan sosial dan penjaga ketahanan masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.
Melalui IGIC 2026, Indonesia berharap dapat melahirkan kolaborasi lintas negara dalam memperkuat diplomasi keagamaan sekaligus membangun narasi global tentang Islam sebagai rahmat bagi semesta. Forum ini juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan imam agar peran pembinaan umat dapat berjalan lebih optimal.
Dengan mempertemukan imam-imam berpengaruh dari berbagai belahan dunia, IGIC 2026 diproyeksikan menjadi salah satu forum keagamaan internasional terbesar yang menegaskan posisi Indonesia sebagai simpul dialog, harmoni, dan perdamaian global berbasis nilai-nilai Islam moderat. (CR/Ag4ys)
Citizen Reporter: M. Aras Prabowo













