Beranda ยป Kriminal ยป Dikendalikan dari LP Cipinang, 19 Ribu Butir Ekstasi Diamankan di Denpasar
Kriminal

Dikendalikan dari LP Cipinang, 19 Ribu Butir Ekstasi Diamankan di Denpasar

DENPASAR – Penggerebek tempat hiburan malam, Akasaka Night Club (ANC), yang berada seberang Simpang Enam, Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali, oleh Mabes Polri dibantu petugas Polda Bali, berhasil mengamankan sekurang-kurangnya 19 ribu butir ekstasi dan tiga orang yang diduga terkait peredaran gelap ribuan butir ekstasi yang memiliki kaitan dengan kasus serupa di Jakarta.

“Kami telah mengamankan tiga orang sebagai pengembangan penyelidikan perkara narkoba di Jakarta,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Ajun Komisaris Besar, Hengky Widjaja, ketika dikonfirmasi di Denpasar, Senin (5/6/2017) malam.

Menurut Hengky, tiga orang tersebut berinisial BL (50), seorang laki-laki yang beralamat di Sidoarjo, Jawa Timur dan Is (48) dari Padang, Sumatera Barat, yang keduanya diamankan di salah satu hotel di kawasan Sanur, Denpasar, selain itu polisi juga mengankan Manager ANC, WI.

Sebelumnya polisi juga terlebih dahulu mengamankan seorang pria lainnya berinisial DS (38) di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

Hengky menjelaskan Wl diduga memesan barang jenis ekstasi sebanyak 10 ribu hingga 20 ribu butir kepada BL. BL kemudian menghubungi IS.

“Jadi barang didatangkan melalui jalur darat, dari Jakarta ke Surabaya hingga akhirnya ke Bali. Kami amankan sewaktu barang itu diserahkan oleh salah satu tersangka ke Manajer Akasaka (W ; red),” ucapnya.
Barang bukti itu dibawa oleh DS sendirian menggunakan mobil pribadi.

Dari pengakuannya, lanjut dia, mengingat IS tidak memiliki barang haram itu, BL kemudian menghubungi DS, sementara berdasarkan pengakuan DS, barang tersebut diperoleh dari AC yang merupakan penghuni LP Cipinang.

AC diduga mengendalikan peredaran gelap ekstasi itu, sehingga BL mendapatkan barang haram sebanyak 19 ribu butir ekstasi tersebut, dipesan melalui jejaring sosial WhatsApp.

Sebelumnya, lanjut Hengky, BL mengakui bersama dengan seseorang lainnya berinisial H, sudah dua kali bertransaksi dengan manajer ANC (WI) di THM tersebut, masing-masing transaksi berjumlah 10 ribu butir ekstasi, sekitar tahun 2016.

Saat ini para pelaku yang diduga terkait dengan penyelidikan kasus narkoba di Jakarta itu tengah diinterogasi lebih lanjut petugas di Direktorat Narkoba Polda Bali. (M3t/464ys)