PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • LPS Tanamkan Budaya Menabung ke 1.000 Pelajar Sulsel • Ari Ashari Ilham Tekankan Pengawasan DPRD Harus Berdampak pada Pelayanan Publik • Munafri Bawa Makassar Raih Penghargaan Kota Terbaik TP2DD 2026 • Andi Sudirman Ungkap Strategi Sulsel Percepat Ekonomi dan Keuangan Digital • 593 Anggota BPD Jeneponto Dilantik, Paris Yasir Tekankan Amanah dan Sinergi Desa • Kredit Rp4,875 Miliar Macet, BPK Bongkar Celah Pencairan Bank Sulselbar Bone • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • LPS Tanamkan Budaya Menabung ke 1.000 Pelajar Sulsel • Ari Ashari Ilham Tekankan Pengawasan DPRD Harus Berdampak pada Pelayanan Publik • Munafri Bawa Makassar Raih Penghargaan Kota Terbaik TP2DD 2026 • Andi Sudirman Ungkap Strategi Sulsel Percepat Ekonomi dan Keuangan Digital • 593 Anggota BPD Jeneponto Dilantik, Paris Yasir Tekankan Amanah dan Sinergi Desa • Kredit Rp4,875 Miliar Macet, BPK Bongkar Celah Pencairan Bank Sulselbar Bone •
Opini

Dilema Magang dalam Sistem Kapitalisme: Antara Keterampilan dan Eksploitasi

453
×

Dilema Magang dalam Sistem Kapitalisme: Antara Keterampilan dan Eksploitasi

Sebarkan artikel ini
Reskidayanti
Reskidayanti (Penulis)

OPINI—Nasib 77 mahasiswa yang dijanjikan pekerjaan lewat program ferienjob di Jerman kini tak sesuai pengharapan. Di mana program ini merupakan bentuk kerja sama antara kampus dan perusahaan dengan mengirimkan mahasiswa untuk dipekerjakan sesuai program studinya pada waktu libur kuliah pada Oktober, November, dan Desember.

Nyatanya mereka malah jadi korban perdagangan manusia seperti yang terungkap oleh Polda Sulawesi Selatan, di kota Makassar, Jumat (22/11/2024).

Direktur Kriminal Umum Polda Makassar menyatakan bahwa program ferienjob ini digunakan sebagai kedok pengiriman mahasiswa ke Jerman. Namun, setelah tiba di sana mereka malah dijadikan sebagai pekerja kasar (Beritasatu.com)

Ironi Magang ala Pendidikan Kapitalis

Institusi pendidikan kerap menjadi sorotan terkait dampak dan pelaksanaan program yang sering kali menimbulkan kontradiksi, di mana program yang dimaksudkan untuk mendukung mahasiswa malah berpotensi memfasilitasi eksploitasi.

Peluang terjadinya TPPO di ranah pendidikan tinggi tidak lepas dari bentuk kebijakan yang ada di kampus itu sendiri. Program ini diklaim sebagai salah satu skema dari penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk magang.

Hal ini tentunya sebuah ironi yang membuka mata kita akan celah implementasi MBKM. Tak hanya itu kasus ini menjadi momok yang sangat mencengangkan bagi para mahasiswa. Fenomena TPPO pun masif terjadi, Bareskrim Polri mengungkapkan data penindakan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) selama satu bulan terakhir. Total, 397 kasus TPPO dapat diungkap Satgas TPPO. Semua ini dapat terjadi akibat lemahnya perlindungan dan pengawasan negara terhadap kerjasama kampus dan perusahaan.

Hal ini berkaitan dengan orientasi negara dalam menyiapkan tenaga kerja. Program ini merupakan inisiatif untuk menghadirkan pendidikan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Dengan tujuan utama nya membentuk lulusan yang tak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga unggul dalam kecakapan hidup di era serba kompetitif.

Adanya link and match PT dan Perusahaan membuat kegiatan magang menjadi salah satu pilihan untuk mengasah kecerdasan dan keterampilan bekerjanya. Dalam pernyataan menteri ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri Permasalahan ketersambungan antara lulusan kampus dengan pemenuhan penerimaan di industri terjawab dengan solusi pemagangan Nasional. Kondisi ini dapat memberi peluang perusahaan memanfaatkan situasi untuk mendapatkan tenaga kerja murah.

Pemagangan dalam sistem sekuler kapitalisme hari ini membawa petaka bagi para mahasiswa yang menjadi tenaga kerja, dengan memanfaatkan program kampus yang juga berlandaskan aturan kapitalis, bertujuan mencetak output yang sesuai permintaan industri. Tujuan mulia pendidikan kini tak lagi mencetak pakar ilmu. Terlebih lagi asas sekuler yang menjadi paradigma perguruan tinggi dan juga negara yang membuat regulasi atas dasar kepentingan semata. Sehingga semakin membuka lebar peluang mahasiswa yang magang di luar negeri dieksploitasi bahkan jadi korban TPPO.

Orientasi Pendidikan Islam

Islam menjunjung tinggi tujuan pendidikan. Dengan dua tujuan mulia yakni membentuk kepribadian Islam baik aqliyah maupun nafsiyah dan menjadikan Output yang ahli dalam bidang teknologi serta ilmu Din. Sehingga berproses membentuk kepribadian berbagai pihak, seperti generasi ahli agama dan kehidupan untuk ikut andil membantu negara menerapkan Islam kaffah.

Sebab tujuan pendidikan akan menjadi acuan orientasi sistem pendidikan kedepannya. Jika orientasinya kapitalis niscaya akan membentuk output yang materialis. Namun orientasi pendidikan Islam akan mengarahkan pada pencapaian Ridha Allah Taala.

Khilafah atau kepala negara yang bertanggung jawab utama tercapainya tujuan pendidikan Islam baik sarana prasarana, dan kurikulumnya. Sebab kepemimpinan nya hanya berlandaskan pada Islam semata. Sebagaimana penting nya pendidikan dalam Islam sehingga menjadikan khalifah harus memenuhi kebutuhan tersebut. Sesuai Sabda Rasulullah saw. , “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR Ibnu Majah no. 224).

Tanpa pendidikan suatu bangsa atau negara dengan mudah akan dikuasai, dijajah ,dan dibodohi oleh negara lain.

Dengan dukungan Sistem ekonomi Islam pendidikan akan gratis yang berkualitas. Sebab semua sumber daya alam yang terkategori kepemilikan umum tidak akan diberikan kepada asing untuk menguasai nya, tetapi negara lah yang akan mengurus nya dan menggunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Semua sistem ini pun tak bisa dijalankan hanya sebagian saja, sehingga harus betul-betul ditopang oleh negara yang menerapkan Islam secara keseluruhan yakni institusi Islam pula (Khilafah)

Pendidikan praktis seperti magang disediakan Khilafah tanpa harus bergantung pada perusahaan. Kalau harus ke perusahaan tertentu, negara mengawasi dan melindungi agar tidak terjadi eksploitasi sebab fungsi nya sendiri adalah sebagai Junnah atau pelindung rakyat. Alhasil, potensi generasi (mahasiswa) benar-benar diarahkan untuk membangun peradaban mulia. (*)

 

Penulis: Reskidayanti

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com