MAKASSAR—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar dalam upayanya memperketat pengawasan peredaran makanan berbuka puasa (takjil), belum lama ini melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di 6 pasar tradisional yang ada di kota Makassar.
Keenam pasar tradisional yang menjadi sasaran sidak tersebut meliputi, Pasar Terong, Pasar Maricaya, Pasar Pabbaeng-baeng, Pasar Daya, Pasar Mandai, dan Pasar Toddopuli.
Kegiatan tersebut dilakukan, karena Dinkes Makassar ingin memastikan bahwa hidangan tersebut bebas dari kandungan bahan pengawet dan bahan berbahaya lainnya.
Menurut Kepala Dinkes Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, bahwa pemantauan yang sama yang dilakukan tahun sebelumnya, banyak ditemukan takjil yang mengandung boraks, formalin hingga metanil yellow yang merupakan pewarna tekstil.
“Tahun-tahun sebelumnya kami menemukan banyak takjil mengandung boraks dan pewarna yang tidak boleh ada dalam makanan,” tutur Nursaidah kepada awak mediasulsel.
Namun menurutnya dari pemantauan yang sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir, pihaknya belum menemukan adanya kandungan zat berbahaya dalam takjil yang diperiksanya.
Meski demikian dr. Ida sapaan akreb Nursaidah Sirajuddin mengaku pemeriksaan dan pemantauan di lapangan masih akan terus dilakukan, bahkan bukan hanya di pasar tradisional, namun pemantauan yang sama juga akan dilakukan di pasar modern.
“Ke depan, jika ditemukan ada pedagang yang menjual takjil dengan kandungan berbahaya, maka dagangannya akan segera ditarik dari pasaran. Oleh karena itu, diminta agar para pedagang tetap mempertahankan kualitas dagangannya demi kesehatan dan kebersihan bersama,” pungkasnya. (5dr)













